benuanta.co.id, TARAKAN – Ketua RT 15 Jalan Anggrek Poros Kelurahan Karang Anyar mengaku baru kali ini bencana longsor terjadi hingga mengakibatkan 2 warganya meninggal dunia, pada Rabu, 25 Desember 2024.
Meski ia tak menampik wilayah Karang Anyar menjadi salah satu titik longsor rawan yang ada di Kota Tarakan.
“Korban itu sekitar 10 tahun bermukim di sini, dan baru kali ini ada longsor di sini. Makanya kami tidak menyangka sampai seperti ini,” ujar Ketua RT 15, Muhammad Azis Alfatah, Rabu (25/12/2024).
Sepanjang 2024, terdapat beberapa longsor namun tidak terjadi di lingkungan RT 15. Saat inipun, kondisi di TKP masih tertimbun tanah longsoran, sehingga ia meminta bantuan kepada petugas agar melakukan penanganan terhadap rumah korban.
“Kalau kita andalkan tenaga manual agak berat, kita minta bantuan pemadam supaya bisa menyingkirkan bekas-bekas material ini. Harapan kami bisa dibantu,” lanjutnya.
Sebagai ketua lingkungan, ia berencana untuk mengurangi bukit-bukit di sekitar pemukiman Karang Anyar. Mengingat wilayah tersebut banyak tersebar bukit-bukit yang berpotensi terjadi longsor.
Diketahui, bencana ini menyebabkan 2 rumah warga rusak parah. Namun, hanya 1 rumah yang anggota keluarganya menjadi korban bencana ini.
“Dulu saya sempat punya wacana mau mengurangi bukit. Perizinannya dari BPBD, kita mau kurangi bukit-bukit. Kita diminta untuk list, tapi belum kita lakukan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







