benuanta.co.id, TARAKAN – Sejumlah kuburan di Kelurahan Juata Laut tertimbun pasir yang diperkirakan setinggi 1 meter. Warga menduga pasir tersebut diakibatkan proyek timbunan tanah yang letaknya berada di atas gunung belakang area pemakaman.
Berdasarkan penelusuran benuanta.co.id, diketahui lokasi tersebut berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen, Jalan Bukit Mandiri, Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara. Tampak sejumlah bangunan maupun kuburan tertimbun oleh pasir yang sebagiannya tergenang oleh aliran air.
Seorang warga, Yolanda (34) menjelaskan, dahulunya kondisi kuburan tersebut tidak seperti saat ini yang di mana sejumlah tumpukan pasir telah memenuhi seisi pemakaman. Diketahui kejadian tersebut sudah terjadi hampir 6 bulan lamanya.
“Diperkirakan pasir tersebut setinggi 1 meter,” ucapnya melalui panggilan telepon, Kamis (28/9/2023).
Yolanda menambahkan, sebelumnya keluarga pemilik kuburan Kristen hanya melakukan pembahasan melalui grup whatApps keluarga guna mendapatkan solusi terkait permasalahan tersebut.
Ia menerangkan, tumpukan pasir tersebut bukanlah longsoran. Melainkan tanah tersebut berasal dari atas gunung yang terbawa oleh genangan air saat hujan.
“Lokasi timbunan itu berdekatan dengan pemakaman,” ungkapnya.
Sebelumnya Yolanda sempat melakukan renovasi dengan mengelilingi kuburan keluarganya dengan sejumlah pasir agar air tidak masuk ke makam.
“Waktu itu hujan deras dan banjir yang menyebabkan makam tertutup kembali oleh pasir,” bebernya.
Yolanda mengungkapkan, sejumlah pemakaman milik keluarga dan orang tuanya kini hampir tenggelam oleh tumpukan pasir yang terbawa arus saat hujan lebat turun. Atas kejadian tersebut ia berharap agar pemerintah dapat segera mengatasi persoalan tersebut.
“Semoga ada tindaklanjut dari pemerintah untuk masalah ini,” tuturnya.
Sementara, Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tarakan, Yulius Dinandus menjelaskan, pihaknya beserta Walikota telah melakukan peninjauan terkait di TPU Bukit Permai 2 minggu lalu. Kini pemerintah telah melakukan perencanaan teknis guna menangani persoalan tersebut.
“Untuk sementara saya belum bisa berkomentar banyak,” tutupnya.(*)
Reporter: Okta Balang
Editor: Ramli







