Tergiur Ongkir Tinggi, Seorang Kurir Online Harus Merugi

LANTARAN tergiur ongkos kirim (Ongkir) yang tinggi, seorang kurir online di Kota Tarakan menjadi korban penipuan oleh pelaku kejahatan dengan modus menjadi penjual bahan pokok. Kejadian itu ia alami pada Senin, 19 September 2023.

Berdasarkan penelusuran benuanta.co.id, pelaku penipuan memiliki akun sosial media Facebook dengan nama Rahmat Rizki. Dalam postingannya pemilik akun menjajakan sejumlah bahan pokok seperti bawang merah, bawang putih, cabe, tabung gas serta sosis dengan harga murah meriah.

Sebagian warga netizen sudah mengendus jika pelaku diduga pelaku penipuan. Hal tersebut dibuktikan melalui komentar dari para pembeli di dalam akun tersebut.

Kurir online, Muhammad Fadel Ashari akrab disapa Fadel (34) menjelaskan, dalam sehari-hari ia merupakan kurir online yang biasa melayani pengantaran pesanan pembelian dari para pelanggan di Kota Tarakan.

Ia menambahkan, pelanggan yang berada di luar kota biasa langsung melakukan transfer ke toko tujuan agar ia tidak menalangi pembelian tersebut.

“Jadi, semisalnya total belanjaan Rp 400 ribu dengan ongkir Rp 25 ribu, pelanggan nantinya akan transfer ke toko sebesar Rp 425 ribu. Nanti pihak toko akan memberikan saya Rp 25 ribu sebagai ongkos kirim,” ucapnya, Selasa (19/9).

Lantaran tergiur dengan ongkir yang tinggi, Fadel menyetujui pemesanan pembelian bawang sekalipun dari awal percakapan via pesan singkat ia sudah merasa curiga.

Baca Juga :  Penyaluran THR ASN di Tarakan Tunggu Peraturan Kemenkeu

“Ongkirnya Rp 150 ribu,” singkatnya saat ditemui di kediamannya, Jalan dr. Sutomo, Kelurahan Karang Balik.

Awalnya Fadel hanya membeli bawang tersebut sebanyak 10 kg. Saat diantarkan ke lokasi penerima, ponsel genggam si pelaku sulit untuk dihubungi terhitung pukul 17.00-19.00 WITA.

Usai menunggu kabar dari si pelaku, akhirnya pada pukul 19.15 Wita Fadel kembali dihubungi kembali. Usai melakukan percakapan dengan pelaku, ia segera mengantarkan bawang tersebut ke lokasi yang telah dibagikan oleh si pelaku. Lokasi tersebut berada di sebuah warung yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa.

Setelah Fadel melakukan konfirmasi, benar ternyata jika si pemilik kios tersebut melakukan pemesanan bawang sebanyak 40 kg dari si pelaku atas nama Rahmat Rizki dengan menggunakan jasa kurir online.

“Saya sempat dipesan sama si penipu agar tidak menerima uang dalam bentuk tunai dari si pemilik kios, nantinya si pelaku yang akan mentransfer ke saya,” ungkap bapak 3 orang anak ini.

Pemilik kios membeli bawang seharga Rp 18 ribu per kilogram dengan jumlah pesanan sebanyak 40 kg dengan total pembelian senilai Rp 810 ribu. Berdasarkan pengakuan dari pembeli melalui Fadel, ia sempat curiga lantaran bawang yang ditawarkan tergolong murah. Lantaran bawang tersebut telah dikirim, maka si pemilik kios pun percaya.

Baca Juga :  Zakat Profesi Jadi Penyumbang Terbesar di BAZNAS Tarakan

“Usai melakukan aksinya, nomor telepon saya diblokir oleh si pelaku,” kesalnya.

Fadel mengaku, jika ia telah menggeluti usahanya sebagai kurir online sejak 3 tahun lamanya. Tentu, istri dan ketiga anaknya sangat bergantung kepada hasil dari kerja keras guna mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Untuk mempromosikan usahanya tersebut, Fadel memasang iklan di Facebook guna menjangkau pelanggannya.

Fadel menuturkan jika kejadian yang sama pun pernah terjadi pada Agustus lalu dengan total kerugian sebesar Rp 250 ribu. Di mana pelaku memiliki modus dengan meminta agar ia membelanjakan sejumlah kebutuhan si pelaku seperti sarden, susu, popok serta bubur bayi. Saat melakukan pembayaran di kasir, si pelaku meminta agar ia mengisi oppo atau lebih dikenal dana sebanyak Rp 100 ribu.

“Pelaku sempat mengirimkan lokasi keberadaannya yang berlokasi di Kelurahan Kampung Satu, tepatnya di Gunung Selatan. Saat saya di lokasi, saya telepon dan ternyata nomornya sudah tidak bisa di hubungi,” ungkapnya.

Jika di total dari dua kejadian tersebut ia mengalami kerugian sebesar Rp 1.730 juta. Sejauh ini Fadel enggan melaporkan atas kejadian yang telah menimpa usahanya kepada pihak berwajib lantaran ia enggan ribet dan memiliki banyak pekerjaan. Atas kejadian tersebut, kini Fadel enggan menerima pesanan bermotif serupa guna menghindar terjadinya kerugian.

Baca Juga :  1.494 Kendaraan Terjaring Razia Pajak Kendaraan di Tarakan

“Kalau customer mentransfer langsung ke pemilik toko saya masih bisa menerima pesanan tersebut,” imbuhnya.

Sebagai edukasi kepada rekan kurir online, Fadel menyampaikan agar tidak menerima talangan yang belum pasti. Kecuali orang tersebut melakukan transfer terlebih dahulu.

Fadel membeberkan jika si pelaku membuat postingan di seluruh forum jual beli yang mencakup wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kaltara. Pelaku berkedok sebagai pedagang yang menjual bahan pokok dengan harga miring dan terjangkau. Tentu hal tersebut membuat para calon pembeli menjadi tergiur.

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar menjelaskan, jika masyarakat perlu berhati-hati dengan perkembangan modus penipuan online. Ia menambahkan jika masyarakat pengguna media sosial wajib menggunakan program yang terpercaya dan sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Gunakanlah program dalam media sosial yang memang sudah terpercaya dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” ucap Ronaldo melalui pesan singkat.(*)

Reporter: Okta Balang

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *