TARAKAN – Menjadi narasumber diskusi pada meeting zoom dengan tema Key Success Kota Tarakan Dalam Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah (ETP) di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaltara, Kamis (16/7/2020).
Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan, dalam hal ini Kota Tarakan dinilai Bank Indonesia pusat sebagai suksestor dan menjadi best prestige dalam penerapan non tunai di Indonesia.
“Karena dibeberapa daerah itu belum menerapkan transaksi non tunai seperti Kabupaten Dairi di Sumatera Utara, jadi kita sebagai best prestige bercerita bagaimana penerapan transaksi non tunai di Tarakan sejak 2017 di sektor belanja. Baik gaji pegawai, pembayaran kepada pihak ketiga melalui non tunai,” ujar dr. H. Khairul, M.Kes kepada benuanta.co.id, Kamis (16/7/2020).
Kemudian, di tahun 2019 hingga 2020 ini transaksi non tunai kembali digalakkan Pemkot Tarakan melalui bidang pendapatan daerah. Mulai dari sistem online pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), retribusi pasar dan sektor pendapatan lainnya. Termasuk e-parking yang baru dilaunching pada Januari 2020 lalu.
“Bahkan untuk restoran dan hotel pun kita minta dilakukan online, non tunai,” terangnya.
Sedangkan untuk tingkat penggunaan transaksi non tunai dari masyarakat, orang nomor satu di Tarakan ini menyebut, dari penilaian BI pusat maturitas Kota Tarakan telah berada ditahap ketiga.
“Dalam penyelenggaran transaksi non tunai itu kita sudah di tahap ketiga, makanya diminta menjadi salah satu sebagai role model dibeberapa daerah yang lain. Ini kan hasil pemantauan BI pusat ya, bahwa perkembangan transaksi online di Tarakan cukup bagus yang sebenarnya dimotori oleh pemerintah daerahnya,” tandasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli







