benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Arus balik pasca mudik di KTT alami penurunan jumlah penumpang. Beberapa motoris speedboat yang ditemui oleh benuanta.co.id, membenarkan hal tersebut.
“Kalau dibandingkan hari biasa memang ada peningkatan, tapi kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ini malah menurun. Karena jarang penumpang asal KTT yang mengisi penuh muatan speedboat kita,” kata motoris speedboat reguler, Mustar, Sabtu, 7 Mei 2022.
Mustar menjelaskan, tidak seperti pelabuhan Malinau dan Bulungan, yang mendapat jumlah pasti penumpang arus mudik dan arus balik mudik. Pelabuhan KTT, justru menerima hasil yang tidak menentu.
“Hari ini ramai, besok bisa sepi. Karena untuk KTT memang tidak menentu, intinya kapasitas 30 orang speedboat kita tidak pernah terisi penuh,” ujarnya.
Pengakuan yang sama juga diungkapkan oleh Adi yang motoris speedboat non-reguler. Adi mengaku saat ini dirinya lebih banyak menerima penumpang tujuan Tarakan – Malinau, dari pada tujuan Tarakan – KTT.
“Justru dari Malinau yang banyak, karena jumlah pemudiknya juga mungkin jauh lebih banyak. Tapi yang pasti, di idul fitri kali ini, penumpang kita masih jauh lebih sedikit, jika dibandingkan dengan idul fitri tahun sebelumnya,” ungkap Adi.
Meski demikian, baik Mustar maupun Adu, keduanya sepakat kalau penurunan penumpang yang terjadi juga sangat dipengaruhi oleh adanya kapal feri yang saat ini melayani rute keberangkatan, KTT – Tarakan.
“Bisa jadi seperti itu juga, karena harus kita akui semenjak ada kapal feri, jumlah penumpang speedboat mengalami penurunan yang cukup signifikan,” ujar keduanya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







