benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Usulan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) dalam membuatkan asuransi mandiri bagi Nelayan mendapatkan respon yang bervariasi dari para nelayan. Pasalnya tidak semua nelayan menyetujui usulan tersebut.
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan KTT melalui Kasi Penangkapan dan Pengawasan Bidang Perikanan, Zainal mengatakan pihaknya ingin memberikan usulan kepada nelayan agar membuat asuransi mandiri bagi nelayan.
Menurut Zainal, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kepada para nelayan terkait pentingnya sebuah asuransi sebagai jaminan dalam bekerja.
“Nelayan kan memiliki profesi yang juga sangat beresiko, setidaknya dengan memiliki asuransi mereka sudah memiliki jaminan untuk keselamatan. Pemerintah yang menyiapkan dan nelayan tinggal melanjutkan,” kata Zainal pada Senin, 22 November 2021.
Meski nominal iuran asuransi mandiri yang ditawarkan cukup murah yakni Rp 174 ribu pertahun, namun respon nelayan cukup bervariasi. Ada nelayan yang setuju dan sebaliknya.
Amran, salah satu nelayan yang dijumpai benuanta.co.id mengatakan dirinya cukup menyambut adanya usulan asuransi mandiri tersebut jika kedepannya baik untuk nelayan.
“kita kan sebenarnya sudah disiapkan asuransi dari pemenrintah dan jika asuransi mandiri ini memiliki nilai yang lebih tinggi maka hal itu juga bagus buat kita. Sebagai tambahan jaminan bila kita kenapa-kenapa dalam melaut,” ungkapnya.
Aris, nelayan lainnya mengungkapkan ketidaksetujuannya dan ingin tetap pemerintah dapat menanggung beban dari asuransi para nelayan.
“Memang murah, tapi pendapatan nelayan dan kebutuhan nelayan kan berbeda-beda. Sehingga hal ini juga seharusnya tetap menjadi tanggung jawab dari pemerintah dalam menaungi nelayan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







