benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Kobaran api yang melumat 39 rumah dan membawa dampak bagi 104 jiwa di Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, pada kejadian Senin 17 Agustus 2026 malam itu menjadi kisah yang menorehkan luka traumatik. Mengobatinya, selain dengan pencegahan bencana yang akan datang oleh pihak terkait, ialah melakukan social movement berbagai pihak dalam mengikis beban warga.
Perusahaan Mandiri Coal (PT Mandiri Intiperkasa) melalui tanggung jawab sosial (CSR) perusahaan yang memang bekerja di area Kabupaten Tana Tidung,turun memberikan bantuan sosial pada Senin 24 Agustus 2026.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tana Tidung menjadi saksi, ketika 29 sak beras (ukuran 10 kg); mi instan (26 dus); 780 butir telur; 56 kaleng sarden; 28 dus air mineral dan 4 pack popok bayi terbagi untuk 26 dari 33 kepala keluarga (KK) terdampak musibah itu.
“Ini salah satu bentuk kepedulian kami kepada korban. Semoga bisa membantu mengurangi beban yang ada,” kata Supervisior Community Develompment Mandiri Coal, Aris Setiawan.
Dalam penanganan paska musibah, ragam bantuan dari pihak manapun dapat menjadi penawar duka sementara bagi korban. Jika gerakan peduli dan kolektif menjadi modal sosial, maka risiko akan sedikit mudah dilalui sembari berharap tak ada lagi bencana. Bagi Mandiri Coal, bantuan tersebut hanya satu dan suatu cara, masih banyak metode lain dalam berkontributif, karena telah didasari prinsip perusahaan yang terus merawat empati dan memupuk peduli. (*)
Editor: Ramli








