benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Bunda Paud Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, menyampaikan dari total 32 desa di Kabupaten Tana Tidung, hanya dua desa yang saat ini ditetapkan sebagai pilot project posyandu terintegrasi. Kedua desa tersebut adalah Desa Kapuak dan Desa Gunawan.
Vamelia yang juga merupakan Anggota DPRD Kaltara itu menjelaskan, posyandu kini telah bertransformasi dari yang sebelumnya hanya berfokus pada layanan kesehatan, menjadi unit layanan masyarakat dengan enam Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Enam SPM tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum linmas), serta sosial.
“Posyandu di Tana Tidung sudah berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, sehingga tidak hanya menimbang bayi, tetapi juga bisa menerima berbagai aduan masyarakat melalui kader posyandu,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
Ia berharap, seluruh desa di Tana Tidung dapat menerapkan enam SPM tersebut secara nyata, bukan hanya sebatas pemenuhan administratif. Untuk itu, para kader posyandu terus diberikan pelatihan agar pengetahuan dan kemampuan mereka meningkat.
“Di posyandu kader kadernya kita berikan pelatihan sehingga pengetahuan mereka juga bertambah dan lebih banyak tahu, dan dapat membantu masyarakat sekitar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, dua posyandu dari desa pilot project tersebut telah dinobatkan sebagai posyandu terbaik di Kalimantan Utara dan menjadi percontohan bagi desa lainnya. (*)
Reporter: Kurniawin
Editor: Endah Agustina







