Perjuangan Pangdam Hasanuddin Menuju Pilgub, Perlu Melakukan Akselerasi Pergerakan Politik

Makassar – Penjelang kontestasi politik Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan (Pilgub Sulsel), sejumlah figur yang memiliki kans besar mulai bergerak. Upaya tersebut sebagai langkah dalam menarik simpati masyarakat di Pilgub nanti.

Adapun figur yang paling massif melakukan manuver adalah Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad.

Sejauh ini, baliho Jenderal TNI bintang dua itu mulai tersebar di sejumlah daerah di Sulsel yang bertuliskan ‘Panglima ta Dicintai Rakyat’. Andi Muhammad juga kini mulai aktif membangun komunikasi dengan petinggi partai politik tingkat Provinsi.

Bahkan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel, Amri Arsyid pernah melamar Andi Muhammad untuk maju dalam pencalonan Pilgub Sulsel.

Harapan PKS Sulsel tersebut, mengingat Andi Muhammad memasuki masa pensiun pada Oktober 2022 ini.

Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam menilai upaya Pangdam Hasanuddin pemasangan baliho menunjukkan keseriusannya menatap Pilgub Sulsel 2024 nanti.

“Ikhtiar politiknya akan mewarnai dinamika kontestasi politik yang semakin dinamis, ” kata Nursandy, Senin, 1 Agustus 2022.

Selain itu, latar belakang Andi Muhammad di bidang militer dianggap bakal menjadi magnet tersendiri menarik perhatian partai politik. Sehingga langkah – langkah yang dibangun Andi Muhammad perlu diperhitungkan.

Hanya saja, diungkapkan Nursandy, langkah Andi Muhammad tergolong tidak mudah untuk menghadapi Pilgub Sulsel. Mengingat statusnya merupakan sebagai pendatang baru.

“Apalagi kerja politiknya belakangan ini baru dimulai. Dirinya perlu melakukan akselerasi pergerakan politik dan pemunculan diri yang lebih massif untuk menaikkan nilai elektoral, ” urainya.

Sementara Direktur Eksekutif Parameter Publik Indonesia, Ras Md menilai sosok Andi Muhammad belakangan ini memang cukup ramai menjadi perbincangan dalam bursa pencalonan Pilgub Sulsel.

Hanya saja, kata dia, elektoral Andi Muhammad belum sepadan dengan figur lainnya, seperti, Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Anggota DPR RI Rusdi Masse Mappasesu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

” Tentu kondisi ini tidak terlepas dari rekam jejak elektoral mereka. Menurut saya, magnet utama Andi Muhammad tidak terlepas dari jabatan beliau sebagai Pangdam Hasanuddin. Itulah sebabnya mengapa tak butuh waktu lama Andi Muhammad sudah mulai menjadi bahan perbincangan dibursa Pilgub Sulsel, ” katanya.

Menurut Ras Md, jika berkaca pada Pilgub Sulsel sebelumnya keterpilihan figur dari kalangan militer terbilang kecil. Ras mengatakan, awal pemilihan langsung Gubernur yang dilaksanakan di 2007 hingga saat ini, masyarakat Sulsel lebih memilih tokoh dengan latar belakang sipil atau kepala daerah.

“Belum ada satu pun berlatar belakang TNI – Polri. Kecuali di masa sebelum reformasi. Lihat saja Syahrul Yasin limpo dua periode beliau berlatar belakang sipil/kepala daerah. Begitupun juga Prof. Nurdin Abdullah, beliau memenangkan pertarungan Pilgub 2018 lalu juga berlatar belakang sipil/kepala daerah, ” katanya.

Sehingga Ras Md meyakini jika tradisi masyarakat memilih bakal calon Gubernur Sulsel dengan latar belakang sipil atau kepala daerah menjadi megnet kuat di Sulsel.

“Tanpa mengenyampingkan kekuatan infrastruktur yang dimiliki figur belatar belakang militer, tetapi untuk masyarakat Sulsel belum berkeinginan mengambil opsi itu, ” imbuhnya. *

Reporter : Akbar

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *