benuanta.co.id, TARAKAN – Penguatan jangkauan siaran Radio Republik Indonesia (RRI) di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu perhatian Anggota Komisi VII DPR RI Daerah Pemilihan Kaltara, Hj. Rahmawati, saat mengunjungi RRI Tarakan, Sabtu (10/10/2026).
Rahmawati menilai, keberadaan infrastruktur penyiaran yang memadai penting untuk memastikan masyarakat di kawasan perbatasan tetap memperoleh akses informasi dari dalam negeri. Persoalan tersebut menjadi semakin relevan bagi daerah yang jauh dari pusat perkotaan, termasuk Sebuku dan Krayan yang berbatasan dengan Malaysia.
Ia mengingatkan, keterbatasan jangkauan siaran dalam negeri berpotensi membuat masyarakat lebih banyak menerima informasi dari siaran negara tetangga. Karena itu, penguatan RRI dinilai bukan sekadar persoalan pengembangan lembaga penyiaran, tetapi juga berkaitan dengan kehadiran informasi publik Indonesia di wilayah perbatasan.
“Jangan sampai kita ini daerah 3T, jangan sampai siaran-siaran itu didominasi oleh negara tetangga,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap pengembangan infrastruktur dan inovasi penyiaran agar masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dapat menikmati akses siaran nasional secara lebih optimal.
Rahmawati menyebut, dukungan tersebut perlu diwujudkan melalui koordinasi dengan pemerintah setempat dan pemerintah pusat. Ia juga menyatakan akan membawa aspirasi jajaran RRI Tarakan, termasuk kebutuhan pembangunan stasiun penyiaran dan pengembangan fasilitas yang dapat memperluas jangkauan layanan informasi.
“Jangan sampai masyarakat di daerah perbatasan lebih banyak mendengar siaran-siaran negara tetangga. Itu akan kami upayakan dan akan terus-menerus,” ungkapnya.
Kepala RRI Tarakan, Haris Munandar, mengatakan pihaknya berharap pemerintah dapat mendorong penguatan jaringan RRI melalui pembangunan stasiun relay maupun stasiun siaran di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan.
Menurutnya, keberadaan stasiun tambahan dibutuhkan untuk memperluas jangkauan siaran sehingga layanan RRI dapat menjangkau masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses penyiaran.
Ia mengapresiasi kunjungan Rahmawati yang dinilai memberikan kesempatan kepada RRI untuk menyampaikan kebutuhan pengembangan lembaga, termasuk rencana memperkuat keberadaan RRI di ibu kota Provinsi Kaltara, Tanjung Selor.
Haris berharap aspirasi tersebut dapat memperoleh dukungan dan ditindaklanjuti hingga terealisasi. Penguatan jaringan penyiaran, menurutnya, akan membantu RRI menjalankan fungsi pelayanan informasi kepada masyarakat secara lebih luas.
Rahmawati menegaskan, pengembangan RRI perlu menjadi perhatian bersama, terutama untuk wilayah perbatasan yang membutuhkan akses informasi nasional. Dengan dukungan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, RRI diharapkan mampu memperkuat kehadiran informasi Indonesia sekaligus menjangkau masyarakat hingga ke daerah yang jauh dari pusat pemerintahan. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







