Bawaslu dan Kemenag Nunukan Bidik Pemilih Muda, Fokus Pendidikan Politik di Luar Tahapan Pemilu

benuanta.co.id, NUNUKAN– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Nunukan untuk memperluas pendidikan politik, dengan menyasar langsung pemilih pemula di lingkungan madrasah dan pesantren.

Ketua Bawaslu Nunukan, Moch. Yusran, menilai kolaborasi ini penting karena justru di luar tahapan pemilu ruang edukasi publik lebih terbuka.

“Di masa non-tahapan, kita punya waktu lebih leluasa untuk membangun pemahaman warga. Saat tahapan berjalan, fokus kita akan terbagi pada pengawasan,” kata Yusran.

Ia menekankan, penguatan literasi politik tidak bisa menunggu mendekati pemilu. Karena itu, Bawaslu mulai mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan keagamaan, untuk membangun kesadaran sejak dini.

Kerja sama ini difokuskan pada siswa Madrasah Aliyah dan santri. Materi yang akan diberikan mencakup pendidikan politik dasar, pencegahan politik uang, hingga penangkalan hoaks dan politisasi isu SARA.

Selain itu, kedua lembaga juga menargetkan pembentukan kader pengawas partisipatif di kalangan pelajar.

Sementara itu, Kepala Kemenag Nunukan, H. Aliansyah, menyebut pihaknya telah menyiapkan skema program dan sarana pendukung. Kemenag akan memfasilitasi peserta, sementara Bawaslu bertanggung jawab pada materi dan penguatan substansi.

“Kami siapkan ruang dan pesertanya. Bawaslu akan mengisi materi agar pemahaman mereka lebih kuat,” ujarnya.

Ke depan, cakupan program tidak hanya berhenti di sekolah dan pesantren. Kemenag berencana memperluas sasaran ke tokoh lintas agama, penyuluh, hingga rumah ibadah di Nunukan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya membangun kesadaran politik berbasis komunitas, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas demokrasi. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *