Brimob Polda Kaltara Gerak Cepat Bantu Pemadaman Kebakaran dengan Personel dan AWC

TARAKAN- Personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda Warung Makan Mie Ayam ABC di Jalan Mulawarman, Kota Tarakan, Selasa (16/6/26).

Begitu menerima laporan dari masyarakat, sejumlah personel langsung diterjunkan ke lokasi guna membantu proses pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar agar kobaran api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Dalam upaya penanganan tersebut, Satbrimob Polda Kaltara turut mengerahkan satu unit Armoured Water Cannon (AWC) untuk memperkuat proses pemadaman. Kehadiran kendaraan taktis tersebut membantu petugas dalam mengendalikan api bersama unsur pemadam kebakaran dan instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Setibanya di lokasi, personel Brimob segera berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan langkah-langkah penanganan secara terpadu. Berkat kerja sama yang baik antarinstansi, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas serta situasi dapat kembali kondusif.

Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kehadiran personel Brimob dalam peristiwa tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat. “Satuan Brimob Polda Kaltara selalu siap hadir memberikan bantuan dalam setiap kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Kami menerjunkan personel dan satu unit AWC untuk membantu proses pemadaman serta memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujar Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik, namun penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan. Kombes Pol. Sarly Sollu, S.I.K., M.H. juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang berasal dari instalasi listrik.

“Kami mengajak masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya, sehingga kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *