Rakerkonas Apindo 2026, Gubernur Zainal Perkenalkan Proyek Strategis Kaltara ke Perwakilan Negara Sahabat

benuanta.co.id, BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada para perwakilan negara sahabat dalam agenda Business Matching Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) 2026.

Di hadapan belasan diplomat dan pelaku usaha, Zainal memaparkan potensi investasi Kaltara yang mencakup sektor energi hijau, infrastruktur, hilirisasi industri, kelautan, manufaktur, hingga agrobisnis. Menurutnya, Kaltara memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina, sekaligus menjadi salah satu provinsi yang masih memiliki ruang investasi sangat terbuka.

“Karena Kaltara ini provinsi baru, kompetitornya belum ada di berbagai sektor. Manakala investor masuk duluan dan serius, kami dari pemerintah daerah siap membantu penuh untuk segala urusannya,” sebut Gubernur Zainal, Rabu (5/8/2026)

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Perkuat Hilirisasi dan Ekonomi Digital Hadapi Dampak Perang Dagang Global

Pada sektor energi, Pemprov Kaltara menawarkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang dan PLTA Sungai Kayan dengan total kapasitas sekitar 9.000 megawatt. Ketersediaan energi tersebut diproyeksikan menjadi penopang utama kebutuhan listrik kawasan industri hijau yang tengah dikembangkan di Kaltara.

Sementara di bidang infrastruktur, pemerintah menawarkan peluang investasi pembangunan Rumah Sakit Tipe B di Tanjung Selor serta jalan tol yang menghubungkan Tanjung Selor dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Di sektor kelautan dan manufaktur, peluang investasi meliputi pembangunan pabrik pengolahan rumput laut di Tarakan dan Nunukan, kawasan industri perikanan organik, hingga pabrik minyak goreng dengan kapasitas produksi 11.739 ton per tahun.

Baca Juga :  Sekprov Instruksikan Perangkat Daerah Fokus pada Program Prioritas

Adapun sektor agrobisnis yang dipromosikan meliputi pengembangan komoditas kakao dan kopi di Kabupaten Malinau, serta produk unggulan Garam Gunung Krayan dan Beras Adan organik premium yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltara berharap dapat membangun kemitraan strategis dengan investor internasional guna mempercepat pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sejumlah perwakilan negara dan lembaga internasional yang hadir dalam Business Matching itu antara lain perwakilan Kedutaan Besar Belanda, Singapura, India, Tiongkok, Uni Eropa, Konsulat Jenderal Australia di Makassar, serta perwakilan Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) dan Hong Kong Economic and Trade Office (HKETO).

Baca Juga :  Gubernur Zainal Dorong Organisasi Kepemudaan Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Sekertaris Apindo Kaltara Sherly, mengapresiasi kehadiran Gubernur Kaltara bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara yang tampil sebagai narasumber dalam Business Investment Forum.

“Kami hadir sebagai peserta dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Rakerkonas. Memang tidak ada sesi penyampaian khusus dari Apindo Kaltara, namun kami mengapresiasi kehadiran Bapak Gubernur beserta Ibu Kepala DPMPTSP yang telah memperkenalkan potensi investasi Kaltara di hadapan para investor dan perwakilan negara sahabat,” singkatnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *