benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong organisasi kepemudaan untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Organisasi kepemudaan dinilai tidak hanya menjadi ruang konsolidasi dan pengembangan kader, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merespons berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., saat menghadiri pembukaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara yang dirangkaikan dengan Dialog Interaktif dan Diklatsar Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) di Tarakan, Kamis (30/7/2026) lalu.
Menurutnya, kegiatan organisasi kepemudaan dapat menjadi ruang untuk melahirkan gagasan dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan daerah.
“Dari forum inilah diharapkan lahir gagasan-gagasan, rekomendasi, dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman,” ungapnya.
Ia menilai keberadaan organisasi kepemudaan memiliki posisi penting dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama di tengah perkembangan pembangunan dan investasi strategis di Kalimantan Utara. Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga integritas serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Berbagai investasi strategis terus berkembang dan membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.
Gubernur Zainal mengatakan organisasi kepemudaan dapat mengambil bagian dalam menyiapkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan, moral, dan kepedulian sosial. Hal tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga masyarakat yang memiliki ketahanan sosial.
“Organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kuat secara moral dan sosial,” tegasnya.
Menurutnya, peran tersebut semakin penting karena Kalimantan Utara memiliki karakteristik sebagai provinsi perbatasan yang menghadapi tantangan berbeda dibandingkan daerah lainnya. Kondisi tersebut membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dan memiliki kesiapan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
“Kalimantan Utara sebagai provinsi perbatasan memerlukan generasi muda yang tangguh, adaptif, serta siap hadir membantu masyarakat dalam berbagai kondisi,” jelasnya.
Selain penguatan kapasitas sumber daya manusia, Gubernur juga menekankan pentingnya nilai kedisiplinan, kesiapsiagaan, kepedulian sosial dan semangat pengabdian dalam organisasi kepemudaan. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus membentuk generasi yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga siap berkontribusi di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai tersebut dibutuhkan dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubernur menilai pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab seluruh persoalan yang muncul, sehingga kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, kepemudaan dan dunia pendidikan perlu terus diperkuat.
“Perlindungan dan pembangunan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif organisasi kemasyarakatan dan dunia pendidikan,” imbuhnya.
Ia berharap forum-forum seperti Rapimwil tidak berhenti sebagai agenda internal organisasi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Utara. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan harus diarahkan pada kerja nyata dan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan daerah.
“Saya berharap kegiatan ini menghasilkan rekomendasi yang produktif, memperkuat sinergi antra pemerintah dan organisasi kepemudaan, serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan Kalimantan Utara dan Indonesia,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina








