Pemerataan Guru di Perbatasan Dibutuhkan, Nunukan Punya 18 Sekolah Penggerak

benuanata.co.id, NUNUKAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Akhmad, hadir di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022, yang digelar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Nunukan, Jumat 13 April 2022. Tema Hardiknas kali ini Pimpin Pemulihan, Bergerak untuk Merdeka Belajar.

Akhmad mengatakan, saat ini kementerian pendidikan tengah mengalakkan merdeka belajar dengan tujuan untuk memberikan kebebasan kepada guru dan peserta didik untuk dapat berkreasi.

“Merdeka belajar ini untuk mewujudkan siswa atau pelajar yang pancasilais,” ujar Akhmad kepada benuanta.co.id.

Semua akan bisa terwujud jika ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti guru, sehingga guru adalah penggerak, yang dimulai dari sekolah. Menurut Akhmad, di Nunukan sebanyak 18 sekolah penggerak.

Sekolah penggerak di Nunukan sebanyak 10 tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP ada 5 sekolah penggerak, dan TK dan PAUD sebanyak 3 sekolah.

“Guru penggerak diberikan kesempatan kepada guru, agar terus bergerak agar bisa membuktikan anak didiknya pancasilais,” jelasnya.

Dia juga mencontohkan salah satu sekolah di SMP Negeri 1 Nunukan, sekolah penggerak yang ada di Kabupaten Nunukan. Mereka juga tengah mengikuti pelatihan bimbingan pelatihan di Tangerang.

Selain itu, guru-guru di Kabupaten Nunukan sudah ideal, yang tidak ideal masih belum ada pemerataan guru PNS di wilayah perbatasan, contohnya di sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru namun hanya dibantu oleh guru tenaga honorer.

“Sebenarnya guru tenaga guru ini cukup saja namun ditunjang dengan guru honorer,” pungkasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *