BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur, tengah memutar otak sekaligus berbangga menyusul tingginya permintaan komoditas perikanan andalan daerah, khususnya lobster dan kerapu, yang kini sedang digandrungi di pasar internasional.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan lonjakan permintaan dari luar negeri ini menjadi angin segar bagi keuangan daerah. Sektor perikanan diandalkan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tantangan efisiensi dan pemotongan postur anggaran pemerintah.
“Pertama kita hari ini tentu harus menggiatkan yang namanya PAD, di mana PAD ini merupakan sumber daya atau sumber keuangan untuk bagian dari APBD kita,” ujar Gamalis, Jumat (23/10/2026).
Gamalis memaparkan, selain lobster, komoditas unggulan lain seperti kerapu, udang, hingga kepiting kini menjadi komoditas ekspor andalan yang sangat diminati di luar negeri. Pihaknya lantas mendorong para nelayan lokal agar terus meningkatkan produktivitas guna memenuhi pasokan pasar global tersebut.
“Kita akan dorong agar supaya masyarakat nelayan atau penghasil lobster terus melakukan kegiatan-kegiatan ini untuk mengisi suplai lobster yang ada di internasional, di luar sana,” kata Gamalis.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Berau berkomitmen untuk memberikan perhatian ekstra kepada para nelayan di wilayah pesisir. Pemerintah daerah siap memberikan pendampingan serta kemudahan regulasi agar aktivitas bisnis dan rantai pasok ekspor para nelayan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kita akan lakukan pendampingan, kita akan lakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk memudahkan usaha untuk melancarkan usaha mereka,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina








