‎Soroti Wacana DOB Sebatik, DPRD Nunukan Sebut Terlalu Dini

benuanta.co.id, NUNUKAN – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andre Pratama, menilai rencana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Pulau Sebatik masih terlalu dini untuk diwujudkan.

‎Menurutnya, saat ini Sebatik belum memiliki kesiapan baik dari sisi sumber daya alam, pendapatan asli daerah, maupun infrastruktur pendukung.

‎“Kalau melihat kondisi sekarang, saya rasa belum saatnya Sebatik dimekarkan. Kita harus realistis. Jangan sampai pemekaran malah menambah beban baru bagi masyarakat,” ujar Andre.

‎Dikatakannya, pembentukan DOB membutuhkan dukungan fiskal dan sumber daya yang kuat. Sementara itu, Sebatik belum memiliki sektor andalan yang bisa menopang pendapatan daerah secara mandiri.

‎“DBH dari migas dan tambang tidak ada, sawit juga hanya milik pribadi. PAD dari mana? Ini harus dikalkulasi dengan matang,” tegasnya.

‎Andre juga mengingatkan pemekaran wilayah bukan sekadar kebanggaan administratif, tetapi menyangkut tanggung jawab penyelenggaraan pemerintahan yang besar.

‎“Jangan sampai kita hanya mengejar status, tetapi mengabaikan kemampuan kita membiayai operasional pemerintahan, membayar gaji pegawai, hingga membangun infrastruktur,” ungkapnya.

‎Menurutnya, pemerintah sebaiknya fokus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

‎Ia menilai, fasilitas publik dan pelayanan dasar masih perlu banyak perbaikan di Sebatik sebelum bicara soal pemekaran.

‎“Lebih baik kita dorong pemerintah untuk bangun jalan, perbaiki layanan air bersih, dan tingkatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Itu yang lebih dibutuhkan masyarakat sekarang,” tuturnya.

‎Dalam dua pekan terakhir, Andre mengaku telah berkeliling ke sejumlah titik di Sebatik, berdiskusi dengan masyarakat, banyak warga yang ternyata juga belum sepenuhnya setuju dengan rencana pemekaran.

‎“Masyarakat juga mulai menyadari tantangan besar yang akan dihadapi jika berdiri sebagai daerah sendiri,” ucapnya.

‎Ia juga mengungkapkan pemerintah pusat hanya mengalokasikan dana sebesar Rp50 miliar untuk DOB yang baru terbentuk, dan akan diberikan bertahap selama beberapa tahun.

‎ “Dengan angka segitu, apakah cukup untuk membangun kantor pemerintahan, infrastruktur jalan, dan layanan dasar? Saya rasa tidak,” sebutnya.

‎Ia berharap, kajian terhadap DOB Sebatik dilakukan secara komprehensif dan tidak tergesa-gesa, karena beberapa hasil kajian akademik sebelumnya juga menyatakan bahwa Sebatik belum layak menjadi daerah otonom baru.

‎“Pemekaran wilayah adalah hal besar. Mari kita berpikir jernih dan objektif, demi kepentingan masyarakat Sebatik ke depan,” pungkasnya. (*)

‎Reporter: Novita A.K

‎Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *