benuanta.co.id, NUNUKAN – Mengisi Kekosongan dokter di Rumah Sakit Pratama Sebatik, dan Unit Pembantu Teknis (UPT) Puskesmas Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan meminta Dinas Kesehatan segera melakukan komunikasi dengan kementerian kesehatan.
Kepada BKPSDM Nunukan H. Sura’i, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar segera mengkomunikasikan dengan kementerian kesehatan.
“Kita berupaya mengisi kekosongan tersebut, karena kita tidak boleh ada kekosongan, yang dapat menghambat pelayanan,” kata Sura’i, Rabu (14/12/2022).
Jika terjadi penghambat pelayanan artinya akan melepaskan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Atas peristiwa yang sudah terjadi, pemecatan dua ASN dokter yang melanggar kedisiplinan terkait mengikuti belajar tanpa izin atasan dan Pemerintah Nunukan dan tidak melaksanakan kewajiban hampir 2 tahun.
H. Sura’i menjelaskan BKPSDM yang bertugas melakukan kedisiplinan, pembinaan kepegawaian menghimbau agar SDM yang ada bekerja dengan sebaik-baiknya. Sebab dalam satu hingga tiga tahun tidak adalagi penerimaan pegawai, karena belanja pegawai sudah mencapai 30 persen.
“ASN ini harus bisa menerima jawaban yang diberikan dengan penuh amanah dan tanggung jawab, itu sudah rejeki Allah tentukan atau berikan. Masih banyak saudara kita yang ingin menjadi pegawai negeri tapi belum mendapat kesempatan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







