Pendataan Honorer Berakhir, BKPSDM Nunukan: Masih Menunggu BKN

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pendataan pegawai non ASN atau tenaga honorer secara mandiri kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui sistem elektronik oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan telah berakhir.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris BKPSDM Nunukan, Iwan Budi Setiawan mengatakan pendataan tenaga honorer secara secara resmi telah berakhir pada, Sabtu (22/10/2022) lalu, tidak hanya untuk tenaga honorer, bahkan admin dari BKPSDM Nunukan juga sudah tidak dapat mengakses situs BKN tersebut.

Baca Juga :  Produksi Pangan Lokal dan Kampung Hortikultura di Nunukan Belum Optimal

“Sudah resmi ditutup, kita pihak BKPSDM yang sebagai admin juga sudah tidak bisa mengakses situs tersebut,” ujar Iwan, kepada benuanta.co.id.

Diungkapkannya, perpanjangan pendataan mandiri tenaga honorer sempat diberikan oleh BKN, hal ini dikarenakan mempertimbangkan sejumlah kendala yang dialami oleh para tenaga honorer saat melakukan penginputan terutama akses internet yang sering menjadi kendala dalam penginputan data.

Iwan mengatakan, untuk tahapan selanjutnya akan dilakukan finalisasi data ke BKN sekaligus menunggu langkah selanjutnya dari BKN.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional

Disampaikannya, berdasarkan data Tenaga Honorer Kategori II yang sudah terinput ke dalam sistem BKN ada sebanyak 472, namun saat dilakukan konfirmasi ada sebanyak 338 yang tidak mengkonfirmasi.

Sedangkan untuk, pendataan tenaga non ASN tahun 2022 yang terdata pada sistem pendataan hanya sebanyak 134 orang.

“Untuk jumlah honorer yang masuk dalam sistem pendataan non ASN sebanyak 4.228 orang itu sudah termasuk data tenaga honorer kategori II,” ungkapnya.

Baca Juga :  Biaya Distribusi Bahan Pokok ke Nunukan Tinggi, Pemkab Dorong Produksi Pangan Lokal dan Kampung Hortikultura

Namun, untuk jumlah data tenaga honorer yang masuk dalam sistem BKN ada sebanyak 2.880 orang, dengan rincian yakni 1.321 orang perempuan dan 1.559 orang laki-laki.

Iwan menyampaikan, adapun sebagian data yang telah masuk tersebut telah diseleksi dan terfilter oleh BKN, yang mana data tersebut berati tidak memenuhi syarat sesuai dengan apa yang telah ditentukan.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *