Menolak Keberadaan Taksi Online, Puluhan Sopir Angkot Aksi di Depan Alun-alun

Puluhan sopir angkutan kota (angkot) melakukan aksi didepan alun-alun kota Nunukan (Foto : Novita A.K)

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebagai bentuk penolakan terhadap beroperasinya taksi online atau maxim Di Nunukan, puluhan sopir angkutan kota (angkot) melakukan aksi di depan alun-alun Kabupaten Nunukan pada Selasa, 30 Mei 2022.

Sejumlah supir taksi menilai, sejak beroperasinya taksi online, pendapatan sejumlah supir mengalami penurunan bahkan ada yang dalam sehari tidak mendapatkan penumpang sama sekali.

Hal itu disampaikan langsung oleh Dendi salah satu sopir angkot yang mengatakan sejak beroperasinya maksim dalam kurun waktu 10 hari, pendapatan mereka yang biasanya dalam sehari bisa mengahasilkan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu, namun sekarang dalam sehari tidak mencapai Rp 50 ribu.

“Tidak ada taksi online saja pengasilan kita susah, apalagi sejak ada mereka tambah tidak adalah penumpang, sekarang saja sehari itu susah betul Kita mau dapat Rp 30 ribu saja setengah mati,” ujar Dendi kepada benuanta.co.id, Selasa (30/8/2022)

Baca Juga :  DKUKMPP Nunukan dan BPOM Periksa Keamanan Pangan Jelang Lebaran

Dedi mengatakan, angkot yang ada di Nunukan ada sekitar 300, namun saat ini yang beroperasi hanya sekitar 200 lebih Angkot, meski saat ini diketahui sopir taksi online yang beroperasi ada sekitar 10 taksi, namun Dedi tetap mengatakan kehadiran taksi online tersebut mematahkan mata pencaharian mereka yang sudah puluhan tahun menggantungkan nasib sebagai supir.

“Harga yang mereka tawarkan lebih murah dari pada kita, jadi mereka itu kalau dari kita masuk ke RS itu hanya Rp 30 ribu maksimal 4 orang penumpang, kalau kita yang supir angkot begini bayarnya Rp 20 ribu satu penumpang, karena harganya lebih murah mereka, tentu penumpang lebih pilih naik itu, terus bagaimana nasib kita ini,” katanya.

Dedi mengungkapkan, seluruh supir angkot yang ada di Nunukan menolak keras kepada taksi online maxim untuk beroperasi di Nunukan, selain itu mereka juga mempertanyakan terkait perizinan resmi dari taksi maxim.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional

Tidak hanya itu Dendi juga mengatakan, taksi online tersebut juga mengambil lahan tempat mangkal mereka selama ini.

“Itu kemarin ada anggota kita dapatkan, ada yang mangkal di Rumah Sakit, padahal di sana sudah ada anggota kami yang punya tempat mangkal di situ,” bebernya.

Puluhan supir angkot melakukan aksi menyampaikan informasi mereka kepada instansi terkait untuk segera menyelesaikan persoalan yang terjadi terkait keberadaan taksi online, bahkan Dendi menilai ada taksi online yang beroperasi menggunakan plat luar daerah Kalimantan Utara.

Sementara itu, menanggapi tuntutan puluhan supir angkot yang melakukan aksi, Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto menyampaikan kepada puluhan supir angkot bahwa akan berjanji menyelesaikan persoalan dan meminta kepada mereka untuk diberikan waktu beberapa hari ke depan untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Beberapa hari ke depan, kita akan panggil dari pihak Maxim dan supir-supir angkot untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Arofiek kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Produksi Pangan Lokal dan Kampung Hortikultura di Nunukan Belum Optimal

Arofiek mengungkapkan, langkah yang akan dilakukan yakni memanggil per sektor, per lini untuk menyelesaikan persoalan ini di sektor mereka masing-masing.

“Nanti kami panggil Dinas Perhubungan, pihak Organda, dan perwakilan supir taksi dari masing-masing tempat untuk menyelesaikan terkait cara yang tepat untuk persoalan ini,” katanya.

Terkait, persoalan adanya taksi online yang menggunakan kendaraan dari luar daerah, Arofiek mengatakan akan memanggil pihak manajemen Maxim untuk mengetahui regulasi di Maxim sendiri itu seperti apa.

“Itu tadi yang menjadi keluhan mereka, kenapa kendaraan yang dari luar daerah itu yang berniaga disini, sedangkan pajaknya dibayarkan keluar daerah, itu saya sudah garis bawahi untuk kita mintai keterangan terkait hal tersebut.” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *