benuanta.co.id, NUNUKAN – Perubahan arah transportasi darat berdampak langsung dengan penghasilan para sopir angkot di Kabupaten Nunukan. Pasalnya, transportasi konvensional itu kian tahun makin ditinggalkan dan masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi.
Namun begitu, solidaritas yang dibangun sesame sopir angkot di Nunukan tampaknya sampai kepada kepedulian sesama. Terlebih kepada sopir angkot yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), maka aka dibantu oleh sesame sopir angkot lainnya dengan cara arisan.
“Jadi kami bersama teman-teman buat arisan SIM, jadi tiap hari per orang bayar iuran Rp 5 ribu,” kata Gregorius Embok, salah seorang sopir angkot kepada benuanta.co.id, Kamis (4/8/2022).
Dikatakannya, puluhan supir angkot yang ada di Nunukan masih banyak yang belum mempunyai SIM A, adanya kesadaran dari para sopir-sopir angkot untuk taat berlalu lintas sehingga muncul inisiatif untuk membuat SIM dengan cara melakukan arisan.
“Untuk total sopir angkot yang mengikuti arisan SIM ada sekitar 30 sopir, kami melakukan arisan ini baru berjalan 2 bulan,” ujarnya.
Diceritakan Gregorius, ide arisan SIM berawal saat mereka sedang berkumpul di bengkel lalu terbesit ide dari mereka untuk membuat SIM, namun terhalang oleh biaya hingga muncul ide untuk dilakukan arisan SIM perminggu.
“Jadi setelah itu kita lakukan undian perminggu, jadi yang namanya keluar itu yang akan dibuatkan SIM,” ucapnya.
Sementara itu untuk angkot yang digunakan ada yang milik pribadi ada juga milik orang lain yang dibayar per setoran, namun saat ini sering sepi penumpang sehingga penghasilan mereka tidak menentu sehingga untuk membuat SIM dengan membayar secara tunai terasa berat bagi mereka.
“Sekarang jadi supir angkot di Nunukan hasilnya tidak menentu, jadi terlalu berat kalau mau buat SIM langsung bayar. Seperti saya mangkalnya di PLBL kadang sehari tidak ada penghasilan sama sekali.” ungkapnya.
Dengan adanya arisan SIM ini, mereka merasa sedikit terbantu dari segi biaya dengan begitu mereka dapat melakukan pekerjaan mereka dengan aman sebagai sopir yang sudah memiliki izin mengemudi.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Nunukan AKP Arofiek Aprilian Riswanto mengatakan sangat mengapresiasi semangat dan kepedulian sopir-sopir angkot yang ada di Nunukan untuk memiliki SIM.
“Mereka mau tertib dalam berlalu lintas ini hal yang positif, kita sangat mengapresiasi itu,” pungkas Arofiek kepada benuanta.co.id, Kamis (4/8/2022). (*)
Reporter : Novita A.K
Editor : Nicky Saputra







