Pemda Nunukan Siapkan Jurnalis Masing-masing OPD Untuk Publikasi
benuanta.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura hafid, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Drs. Syafaruddin, membuka secara resmi pelatihan jurnalistik dan videography, Simpatik (Sistem Publikasi Pembangunan Daerah dan Pelayanan Publik), Senin, 23 Mei 2022.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta masing-masing OPD yang ada di pulau Nunukan dan akan diselenggarakan selama 3 hari.
Pelatihan itu diselenggarakan oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Nunukan, Kaharuddin Tokkong, terkait projek inovasinya dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (LAN) Angkatan II tahun 2022.
Kepala Diskominfotik Kaharuddin Tokkong, mengatakan, pelatihan jurnalistik dan videography untuk membentuk suatu tim di pemerintahan dalam pelaksanaan publikasi di perangkat daerah masing-masing.
“Output dari kegiatan ini akan terbentuk tim publikasi pemerintah daerah, jadi untuk tahap awal baru kami latih 31 OPD yang ada di pulau Nunukan, ditambah dua kecamatan,” ujar Kaharuddin Tokkong.
Dikatakan Drs. Syafaruddin, di era digitalisasi yang begitu terbuka seperti saat ini, masyarakat dibanjiri oleh arus informasi yang sedemikian besar, bahkan nyaris tanpa batas, mulai dari informasi di media televisi, media cetak, radio, dan yang paling signifikan saat ini adalah arus informasi dari internet dan media sosial.
“Informasi yang datang itu tidak semuanya baik dan membawa manfaat, tidak sedikit informasi yang datang kepada kita hanya berupa informasi sampah, hoax atau berita bohong, dan bahkan bisa jadi informasi yang kita terima hanya akan menjadi racun bagi pikiran kita,” kata Drs. Syafaruddin,
Apalagi saat ini arus informasi sedemikian cepat. Hanya dalam hitungan menit, atau bahkan detik, satu kejadian di suatu tempat sudah bisa terima dan saksikan saat itu juga.
Maka tidak heran jika akurasi informasi saat ini sudah menjadi yang kedua, karena yang pertama adalah kecepatan. Media yang paling cepat menyajikan sebuah berita atau informasi, maka dialah yang akan tampil menjadi pemenang.
Sebagai salah satu sumber atau pusat informasi, pemerintah di semua tingkatan dituntut untuk bisa bersikap transparan kepada masyarakat. Seperti halnya seorang majikan yang ingin mengetahui apa saja yang diperbuat oleh anak buahnya, maka demikian halnya dengan masyarakat, mereka berhak untuk tahu apa saja yang dilakukan oleh pemerintah selama ini.
“Jadi, masyarakat berhak tahu, sehingga mereka mengetahui apakah benarkah pemerintah telah bekerja dengan sungguh-sungguh memikirkan masyarakatnya atau hanya sekedar bermain-main dan sibuk memikirkan kepentingannya sendiri,” jelasnya.
Sehingga itu perlu memiliki sumber daya manusia yang mampu menyajikan informasi, baik berupa data, angka, maupun fakta kepada masyarakat secara akurat, cepat, dan sekaligus memberi manfaat.
“Semua memang butuh waktu dan proses. untuk melahirkan seorang penulis yang baik, tentu tidak bisa hanya melalui mengikuti pelatihan satu atau dua hari saja. Kendati demikian, jika semuanya diawali dengan niat yang baik, sungguh-sungguh dan ketekunan, maka saya percaya dari pelatihan ini seiring waktu akan muncul penulis handal di tiap OPD,” ujar Drs. Syafaruddin.
Syafaruddin berpesan, kepada para peserta teruslah belajar dan berlatih, karena otak dan pikiran ini ibarat mata pisau, semakin sering diasah maka akan semakin tajam. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







