Wakil Bupati Nunukan Berharap Ada Tim BPOM di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Nunukan berharap ada tim Balai POM yang akan dibentuk di Nunukan agar dapat mendeteksi makanan yang dibuat oleh masyarakat terkait zat yang digunakan atau pengawet. Hal itu disampaikan oleh wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, Ahad 24 April 2022.

“Pengawet bukan berarti tidak boleh digunakan, tetapi ada batas atau ukurannya, jadi jangan sampai zat pengawet itu melampaui ambang batas, tapi harus sesuai yang direkomendasikan oleh dinas kesehatan, atau peraturan yang berlaku,” kata H. Hanafiah, kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Stok Darah di PMI Nunukan Masih Aman, Imbau Masyarakat Tetap Rutin Donor

Melihat hal itu, kata H. Hanafiah dia sangat khawatir. Saat ini di Nunukan tingkat angka stunting tinggi, jika ada makanan atau jajanan yang diberikan kepada anak-anak yang tidak diketahui mengandung apa makanan tersebut tentu itu sangat berbahaya bagi mereka.

“Kita belum memiliki Balai POM. Dalam waktu dekat kita sudah bisa menyusun tim Pokja sehingga mereka mampu bekerja dan melakukan tes uji sampel makanan atau jajanan yang di jual, sehingga ada rekomendasi yang bisa dikeluarkan apakah makanan layak atau tidak,” jelasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Kembali Jaring Pelajar Berkeliaran, Soroti Peran dan Pengawasan Orang Tua

Selain itu, Balai POM di Tarakan Peneliti Farmasi dan Makanan (PFM) Christine Natalia Panjaitan, mengatakan, pihaknya telah melakukan kegiatan advokasi terpadu program desa dan pasar pangan aman berbasis komunitas agar dapat didukung oleh pemkab Nunukan.

Pentingnya bangun pemahaman pangan yang aman sejak dini, Balai POM di Tarakan akan mengadakan Sosialisasi Keamanan Pangan dalam rangka Program Prioritas Nasional Pangan Jajanan yang dikonsumsi Anak Sekolah (PJAS).

Dia juga memberikan edukasi mengenai, lima kunci keamanan pangan di sekolah dan tips membeli jajanan pasar di era new normal dengan benar, seperti cek Kemasan, label, izin edar, dan Kedaluwarsa (“cek klik”), dan pentingnya juga melakukan informasi nilai gizi, serta teliti terhadap informasi makanan agar tidak mudah menyebarkan hoax.

Baca Juga :  Irwan Sabri Keluarkan Surat Edaran Penegakan Disiplin ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan

“Ayo terapkan lima kunci keamanan pangan, dengan kenali pangan yang aman, beli pangan yang aman, baca label dengan seksama, jaga kebersihan, dan catat apa yang ditemui,” imbuhnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *