Paskibra dan Paduan Suara dari Perbatasan akan Diseleksi ke Istana Negara

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Kebudayaan dan Pemuda Olah Raga (Disbudpora) Kabupaten Nunukan, dalam waktu dekat akan menyeleksi paduan suara yang nantinya akan dikirim ke tingkat nasional ikut mengiringi lagu Indonesia raya di Istana Negera 17 Agustus 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pemuda Olah Raga Kabupaten Nunukan, H. Junaidi, mengatakan pihaknya baru tahun ini selain Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) juga diminta untuk melakukan seleksi paduan suara untuk peserta pelajar usia 16-23 tahun.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Intensifkan Patroli ke THM Selama Ramadan

Persiapan untuk ketingkat nasional, yang nantinya akan bergabung bersama kabupaten atau provinsi lainnya dalam mengiringi lagu Indonesia raya di istana negara, pada 17 Agustus.

“Bukan hanya seleksi Paskibraka, tapi kami juga melaksanakan audisi paduan suara. Tapi di tahun ini kami tidak mengirim paduan suara karena terkendala dengan anggaran, namun audisi yang kami siapkan ini untuk tahun 2023 mendatang,” ujar H. Junaidi, kepada benuanta.co.id, Ahad (20/3/2022)

Lanjut dia, berharap tim dari penganggaran Kabupaten Nunukan bisa mencukupi sehingga anak-anak putra daerah asal Kabupaten Nunukan yang berprestasi baik dari paskibraka dan paduan suara bisa mewakili yang tergabung di 34 provinsi se-Indonesia di tingkat nasional.

Baca Juga :  Monitoring Perdagangan di Pulau Sebatik, DKUKMPP Ungkap Kendala Pedagang Menyoal Ekspor Ikan hingga Nilai Tukar

Setelah mereka terpilih sebagai paduan suara nanti akan dilatih oleh Gita Bahana Nusantara, selama 19 hari di Jakarta, yang bertugas sebagai pengibar bendera dan juga sebagai paduan suara.

“Sedangkan persyaratan paduan suara ini juga cukup menantang, bukan hanya sekedar nyanyi, tapi dia harus bisa mengetahui dan mengerti not balok dan angka,” jelasnya.

Baca Juga :  Inflasi Nunukan 4,22 Persen, Tekanan Harga Dinilai Masih Terkendali

Kemungkinan habis lebaran ini akan melakukan seleksi setiap sekolah. Nantinya setiap sekolah diwakili masing-masing 5 orang peserta, sedangkan kriteria tinggi untuk putra 165 cm, putri 155 cm, sedangkan setiap provinsi diwakili jenis 4 suara, mulai dari jenis suara sopran, alto, tenor dan suara bas.

“Jadi, mereka harus menguasai notasinya dan nada-nada balok dan angka nadanya,” jelasnya (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *