HKTI Jadi Wadah Petani Sampaikan Aspirasi ke Pemerintah Daerah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dengan hadirnya Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), menjadi wadah untuk membantu mengakomodasi penyampaian aspirasi para petani ke pemerintah daerah.

Ketua HKTI Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid mengatakan hadirnya HKTI sudah terbukti dan telah diwujudkan seperti adanya pasar tani yang diselenggarakan setiap Ahad. HKTI memfasilitasi hasil pertaniannya bisa dijual secara langsung di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga :  THR Pegawai Nunukan Tunggu Aturan Pusat

“Tanpa perantara lagi, mereka jual hasil pertaniannya secara langsung menjual di tengah-tengah masyarakat. Apalagi jika beli sayuran di pasar tentu harga akan berbeda dengan yang menjual secara langsung,” ujar Laura, Ahad (13/3/2022).

Untuk diketahui, hasil pertanian andalan di Kabupaten Nunukan yakni padi, jagung, semangka dan melon, yang sudah dipasarkan di kabupaten/kota di Kalimantan Utara.

Terkait dengan kondisi wilayah di Kabupaten Nunukan harga komoditi tersebut bisa lebih tinggi dari yang diperhitungkan, sehingga komoditi tertentu dipusatkan di Nunukan agar lebih mudah untuk menjualnya.

Baca Juga :  Wujudkan Data Sosial dan Ekonomi yang Akurat, Pemkab Nunukan Gelar Pelatihan Petugas Pemutakhiran DTSEN

“Kita dari HKTI ini membentuk masyarakat untuk mempromosikan hasil pertanian mereka,” jelasnya.

Selain itu, Laura menyampaikan beberapa koordinasi dari HKTI dengan tim anggaran Pemerintah Daerah melalui Sekretaris Daerah, yang mewujudkan sekitar 40 titik jalan tani sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tersebar di Sebatik, Nunukan dan Sei. Manggaris.

Laura juga menjelaskan, luas pertanian di Kabupaten Nunukan yang berpotensi ada sekitar 1,4 Hektare yang tersebar di 21 Kecamatan.

Baca Juga :  Niat Buka Lahan Perkebunan, Berujung Kebakaran di Jalan Ujang Dewa Sedadap

Namun ada beberapa yang masih belum produktif, dikarenakan letak geografis wilayah dan juga mahalnya pupuk menjadi hambatan para petani, sehingga petani sangat mengharapkan adanya tambahan kuota pupuk dari pemerintah. (*)

Reporter: Darmawan
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *