10 Olahraga Tradisional Meriahkan Acara Iraw Tidung Borneo

benuanta.co.id, NUNUKAN – Melestarikan kebudayaan daerah terutama permainan tradisional. Iraw Tidung Borneo Bersatu ke Dua di Desa Binusan, Nunukan menggelar olahraga daerah asli suku Tidung.

Dari pantauan benuanta.co.id, antusias masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) juga turut memeriahkan 10 cabang olahraga kreasi ini cukup tinggi.

Seperti permainan logo, sumpit, engkerang, angati serindit, sambang asin, besimbon, bitor, batu lele, gasing, hingga silat kuntau.

Baca Juga :  Puncak Arus Mudik Nunukan Alami Penurunan dari Tahun Lalu

Bambang Arianto, warga Desa Bambangan, Sebtaik Barat, yang turut mengikuti cabang olahraga engkerang mengaku olahraga ini perlu dilestarikan.

“Olahraga tradisional mengingatkan kita di masa kecil, dan ini perlu dilestarikan agar tidak punah,” kata Bambang Arianto, Ahad (28/11/2021).

Dia menyebut, olahraga tradisional saat ini sudah menjadi barang langka seiring hadirnya permainan individual dengan dimainkan secara daring alias online.

Baca Juga :  Produksi Pangan Lokal dan Kampung Hortikultura di Nunukan Belum Optimal

Selain itu, Ketua panitia H.Sura’i, menyampaikan agar kreasi olahraga tradisional Tidung tidak hilang atau punah dan tetap diingat selalu di kalangan masyarakat. Oleh sebab itu dalam Iraw Tidung Borneo Bersatu selain mempererat silaturahmi kepada warga, juga melestarikan kegiatan olahraga tradisional Tidung.

“Mudah-mudahan kita tetap semangat sebagai pengurus untuk melindungi para cabang olahraga, khususnya cabang organisasi olahraga masyarakat,” tutupnya. (*)

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional

Reporter : Darmawan

Editor : Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *