Bupati Laura Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah kepada Siswa PAUD, TK, SD, SMP dan Kesetaraan

NUNUKAN – Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada siswa kegiatan standar pelayanan minimal (SPM) untuk jenjang pendidikan tingkat TK, PAUD, SD, SMP, dan kesetaraan. Bantuan diberikan secara simbolis di Kantor Bupati Nunukan, Lantai 4 Ruang VIP, Senin 11 Januari 2021.

Penerima bantuan siswa kegiatan standar pelayanan minimal ini sebanyak 1.180 orang yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Nunukan. Dengan rincian TK/PAUD sebanyak 570 orang penerima SPM, untuk SD 350 orang, SMP 250 orang dan kesetaraan 10 orang.

Dikatakan Bupati Laura, melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 32 Tahun 2018, pemerintah telah mengatur tentang standar pelayanan minimal (SPM) di bidang pendidikan. Di dalam Permendikbud tersebut, pemerintah kabupaten/kota mendapatkan tugas mengatur tentang jenis dan mutu pelayanan dasar pendidikan di tingkat PAUD, TK, SD, SMP dan pendidikan kesetaraan.

Sedangkan pemerintah provinsi menangani jenjang pendidikan menengah atas dan pendidikan khusus. Jenis pelayanan dasar yang harus ditangani meliputi perlengkapan dasar untuk para peserta didik, seperti buku dan alat tulis, serta buku-buku pelajaran. Serta mengatur pemenuhan kuantitas dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah.

Baca Juga :  Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Sebatik Timur Ludes Terbakar

Untu peserta didik yang orang tuanya tidak mampu, maka pemerintah akan membantu memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Sekolah yang kebutuhan pelayanan dasarnya terpenuhi dengan baik akan memiliki angka SPM yang tinggi. Hal itu menjadi indikator bagi kualitas pembelajaran di sekolah.

“Bagi kita yang berada di wilayah perbatasan pemenuhan SPM pendidikan bukan merupakan pekerjaan yang mudah. Karena kondisi demografis penduduk kita sebagian masyarakat yang kondisinya kurang mampu dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sekolah untuk anak-anaknya,” kata Laura.

Lanjut dia, masalah yang lain adalah letak geografis yang sulit, sehingga membuat penyebaran pendidik dan tenaga kependidikan belum merata di sekolah – sekolah. Sebagian besar pendidik dan tenaga kependidikan sampai saat ini masih menumpuk di sekolah – sekolah yang berada di ibukota kabupaten atau ibukota kecamatan. Akibatnya sekolah yang berada di daerah terpencil mengalami kekurangan pendidik dan tenaga kependidikan.

Baca Juga :  Produksi Pangan Lokal dan Kampung Hortikultura di Nunukan Belum Optimal

Dari permasalah itu, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya sehingga kualitas pembelajaran antara sekolah satu dengan sekolah yang lain tidak terlalu berbeda jauh. Pemerintah selama ini juga terus melakukan upaya-upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan. Antara lain dengan menambah atau memperbaiki gedung-gedung sekolah, ruang laboratorium, dan sarana penunjang lainnya. Tentunya hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan para pendidik dan tenaga kependidikan. “Perlu saya sampaikan dalam kesempatan ini, bahwa pada tahun 2021 ini Pemerintah Kabupaten Nunukan sudah mengusulkan kuota untuk pengadaan P3K dari formasi guru. P3K Ini nantinya akan memiliki hak dan penghasilan yang sama dengan para ASN, kecuali hak pensiun. Mari kita berdoa bersama – sama agar kuota yang kita usulkan bisa disetujui oleh pemerintah pusat, dan nantinya bisa dipenuhi oleh guru-guru honorer kita yang sudah mengabdi selama ini,” harapnya.

Baca Juga :  Pemkab Nunukan Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional

Apa yang diberikan ini, diharapkan Bupati Laura bermanfaat kepada siswa kegiatan SPM untuk jenjang pendidikan TK, PAUD, SD, SMP dan pendidikan kesetaraan. Semoga bisa bermanfaat dalam menunjang kegiatan pembelajaran anak-anak. Meskipun sampai saat ini kegiatan belajar tatap muka di sekolah belum bisa dilaksanakan karena kondisi penyebaran covid-19 yang belum juga reda, namun Bupati Laura berharap hal itu tidak mengurangi kualitas pembelajaran untuk anak, dan ini juga menjadi tantangan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menentukan strategi mengajar yang efektif tapi tetap menyenangkan bagi anak – anak.

“Para orang tua juga harus mengambil peran aktif dalam membimbing dan mengawasi kegiatan belajar anak – anaknya. Jangan sampai anak – anak ini terlalu asyik bermain HP dan melupakan tugasnya belajar,” tutup Laura. (*)

Reporter: Darmawan
Editor : M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *