benuanta.co.id, NUNUKAN – Kualitas udara di Kabupaten Nunukan masih berada dalam kategori baik berdasarkan pemantauan konsentrasi Particulate Matter 2.5 (PM2.5) yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas II Nunukan, Jumat (9/10/2026).
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemunculan kabut yang dapat mengurangi jarak pandang, terutama saat beraktivitas di jalan raya.
Kepala BMKG Nunukan, William Sinaga, menjelaskan kualitas udara di suatu wilayah perlu dinilai berdasarkan hasil pengukuran konsentrasi partikel di udara, bukan hanya dari kondisi visual yang terlihat di lingkungan sekitar.
Berdasarkan pembaruan data BMKG pada pukul 10.00 WITA, konsentrasi PM2.5 di Kabupaten Nunukan berada dalam rentang 0–15,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³), yang masuk kategori baik.
“Berdasarkan hasil pemantauan, kualitas udara di Kabupaten Nunukan masih berada dalam kategori baik. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan, terutama ketika kabut muncul dan mengurangi jarak pandang,” ujar William.
Ia menjelaskan, kabut dan asap merupakan dua kondisi yang berbeda. Kabut terbentuk dari butiran air berukuran sangat kecil yang melayang di udara, sedangkan asap berasal dari proses pembakaran yang dapat melepaskan partikel pencemar ke atmosfer.
Sehingga, kemunculan kabut tidak serta-merta menunjukkan kualitas udara sedang memburuk. Untuk mengetahui tingkat pencemaran, diperlukan pengukuran konsentrasi partikel di udara, termasuk PM2.5.
“Perlu dibedakan antara kabut dan asap. Kabut berkaitan dengan kondisi atmosfer dan butiran air di udara, sedangkan asap dapat mengandung partikel hasil pembakaran yang memengaruhi kualitas udara. Jadi, untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara lebih akurat, masyarakat perlu mengacu pada hasil pemantauan,” jelasnya.
Meski kualitas udara masih tergolong baik, kabut tetap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat apabila mengurangi jarak pandang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor maupun pengemudi kendaraan roda empat.
William mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika berkendara saat kabut menyelimuti wilayah Nunukan.
“Ketika kabut mengurangi jarak pandang, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. Kurangi kecepatan, jaga jarak aman dengan kendaraan lain, dan gunakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
BMKG membagi kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 ke dalam lima kategori, yakni baik pada rentang 0–15,4 µg/m³, sedang 15,5–55,4 µg/m³, tidak sehat 55,5–150,4 µg/m³, sangat tidak sehat 150,5–250,4 µg/m³, dan berbahaya di atas 250,4 µg/m³.
Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan kualitas udara, terutama jika terjadi perubahan kondisi lingkungan atau muncul gejala gangguan pernapasan.
“Apabila kualitas udara memburuk, warga dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan asap maupun sumber pencemaran lainnya,” jelasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







