benuanta.co.id, NUNUKAN– Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Kabupaten Nunukan resmi berakhir pada (8/3/2026).
Kepala Subbidang Evakuasi BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, berakhirnya status tanggap darurat banjir tersebut yakni di hari ke-10 bencana terjadi.
“Secara umum ketinggian permukaan air sungai Sembakung pada pagi ini pukul 08.00 WITA terpantau di bawah batas normal permukaan air sungai,” kata Hasan.
Untuk aktivitas masyarakat saat ini sudah berjalan normal. Hasan mengatakan, pihaknya mencatat cuaca hari ini terpantau berawan dengan suhu 26 derajat celcius, kelembaban udara 94 persen dan arah angin Barat dengan kecepatan 2,4 km/jam.
Pada pagi tadi, di posko dilakukan penutupan posko tanggap darurat bencana banjir untuk wilayah terdampak banjir di 6 kecamatan yakni Sembakung, Sembakung Atulai, Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pensiangan dan Lumbis Hulu.
“Setelah penutupan posko tanggap darurat maka kegiatan lebih lanjut baik pemantauan wilayah akan dilanjutkan dan dilaksanakan oleh personil pos BPBD Kecamatan Sembakung dan Lumbis,” ucapnya.
Dilanjutkannya, bantuan logistik kebutuhan dasar bagi korban terdampak banjir di 6 kecamatan telah selesai di distribusikan dengan total seluruhnya 4.039 KK.
“Status tanggap darurat tidak diperpanjang, sehingga personel gabungan dari Kabupaten yang terdiri dari BPBD, Tagana Dinsos dan PMI kembali ke Nunukan,” tandasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







