benuanta.co.id, NUNUKAN– Guna mencari tahu penyebab banjir di Sembakung, Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Dapil IV, Said Hasan, bersama BPBD Nunukan, Sekretaris Kecamatan Sembakung, KSB, dan Tagana, melakukan diskusi di Pos Pelayanan Darurat depan Kantor Camat Sembakung.
Said Hasan mengatakan, dari hasil diskusi sementara, salah satu pemicu genangan air berkepanjangan adalah saluran anak sungai yang terhubung langsung dengan Sungai Sembakung.
“Untuk mencegah derasnya aliran air masuk ke daratan, solusi yang diusulkan adalah pembangunan pintu air pada saluran sungai kecil. Pintu air akan ditutup ketika ketinggian Sungai Sembakung mencapai level 4 meter. Sehingga air tidak masuk melalui anak sungai, dan dibuka kembali saat kondisi air normal,” ungkap Said.
Berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi lapangan juga tim menemukan tujuh titik strategis yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan pintu air. Titik-titik tersebut telah diberi tanda, koordinat, dan keterangan pendukung untuk memudahkan proses perencanaan.
Sementara itu, perkiraan angaran pembangunan pintu air diperkirakan mulai dari Rp300.000.000, tergantung lebar anak sungai. Model pintu air yang direncanakan serupa dengan pintu irigasi sawah.
Pemerintah Kecamatan berharap dukungan dari OPD terkait agar program ini masuk dalam prioritas penanggulangan banjir, baik melalui APBD maupun APBN. Ia berharap, dengan adanya diskusi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam pencegahan banjir di Kecamatan Sembakung.
“Pintu air ini akan berfungsi sebagai pengendali. Saat air sungai naik, pintu ditutup agar aliran tertahan dan langsung menuju hilir. Saat kondisi normal, pintu dibuka kembali,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







