benuanta.co.id, NUNUKAN – Belanja online di pasar tradisional kini semakin populer. Dengan adanya berbagai platform dan banyaknya kurir belanja makanan dengan berbekal aplikasi online. Namun hal ini menjadi dikeluhkan pedagang pasar tradisonal yang ada di Nunukan.
Para pedagang khawatir adanya penurunan jumlah pengunjung akibat maraknya belanja online. Seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Yamaker Nunukan, Bahar, yang mengaku khawatir dengan penurunan jumlah pengunjung akibat maraknya belanja online. Menurutnya penurunan jumlah kunjungan sudah dirasakan sejak tahun sebelumnya.
“Masyarakat kini lebih memilih belanja secara online karena dianggap lebih praktis dan efisien. Dengan kemunculan beberapa aplikasi belanja online ini membuat kita harus beradaptasi,” ungkap Bahar pada Senin (5/1/2026).
Selain itu, ia mengakui penurunan jumlah kunjungan ke pasar berdampak signifikan terhadap pendapatan para pedagang. Kondisi ini membuat para pedagang harus mencari strategi untuk mempertahankan pelanggan, meski penghasilan yang diperoleh jauh menurun.
“Kalau pengunjung kurang otomatis pendapatan juga ikut turun. Ya disyukuri sajalah yang penting ada pemasukan meski tidak seperti dulu,” ujar Bahar.
Meski demikian, ia berharap masyarakat tetap mempertahankan kebiasaan berbelanja di pasar tradisional. Selain harga bahan pokok yang dinilai lebih terjangkau, pembeli juga dapat melihat dan memastikan kualitas barang secara langsung sebelum membeli.
Sementara itu, Fungsional Pengendalian Barang Pokok, DKUKMPP Nunukan, Abdul Rahman mengungkapkan, sekitar 60 persen pedagang tradisional memiliki respons positif terhadap persaingan dengan penjualan online. Namun mereka juga menyadari bahwa hal ini berdampak pada pendapatan mereka.
“Penurunan pengunjung pasar tradisional mencapai 30 hingga 40 persen dan jumlah pengunjung menurun hingga 50 persen dalam satu tahun terakhir. Hal ini disebabkan oleh kemudahan dan kenyamanan berbelanja online, serta harga yang lebih kompetitif,” tutur Rahman. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







