Puncak Arus Balik Nataru, Imigrasi Nunukan Catat 1.000 WNI Berangkat ke Malaysia

benuanta.co.id, NUNUKAN– Puncak arus balik di Pos Lintas Batas Internasional (PLBI) Tunon Taka Nunukan diprediksi terjadi hari ini Senin (5/1/2026).

Kepala Imigrasi Nunukan, Adrian Soetrisno melalui SPV Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Sarijo mengatakan, hingga pukul 13.00 Wita ini sudah ada kurang lebih 800 penumpang yang berangkat dari Nunukan, Indonesia ke Tawau, Malaysia.

“Kalau untuk puncak arus balik Natal dan Tahun baru (Nataru) itu hari ini puncaknya. Tadi sudah ada 5 kapal feri yang berangkat ke Malaysia membawa sekitar 800 lebih penumpang,” kata Sarijo.

Baca Juga :  THR Pegawai Nunukan Tunggu Aturan Pusat

Diungkapkannya, jumlah ini mengalami kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan hari biasanya. Bahkan, di pada 3 Januari 2026 total penumpang kedatangan dan keberangkatan hanya mencapai 594 penumpang. Lalu pada 4 Januari 2026 total penumpang masuk dan keluar hanya 278.

“800 penumpang ini itu hanya yang berangkat saja, untuk penumpang kedatangan belum ada tiba. Bahkan, hari ini ada kapal yang sudah berangkat ke Malaysia akan kembali lagi karena masih ada sekitar 200 lebih penumpang yang masih ada di pelabuhan saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Masih Temui Adanya Pelajar Berkeliaran di Jam Malam

Sarijo menjelaskan, kenaikan jumlah penumpang ini disebabkan oleh adanya kapal dari Sulawesi Selatan yang berlabuh di Nunukan. Sehingga, hampir sebagian besar penumpang yang berangkat adalah Warga Negara Indonesia yang kembali ke Malaysia setelah merayakan hari raya Natal dan Tahun baru di kampung halamannya.

“Kalau untuk hari ini itu lebih didominasi WNI, namun ada juga sebagian WNA,” terangnya.

Baca Juga :  Pemusnahan Miras Hasil Sweeping di Tulin Onsoi

Ia menambahkan , pihaknya juga menekankan respons cepat dan pelayanan humanis di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Selain itu, pihaknya juga tetap melakukan pengawasan yang ketat antisipasi adanya keberangkatan penumpang yang terindikasi CPMI Ilegal. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *