Plt Sekda Ajak Masyarakat Rayakan Kemerdekaan dengan Semangat Persatuan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Belakangan ini justru muncul fenomena yang cukup mengundang keprihatinan di berbagai media sosial yakni gerakan pengibaran bendera bajak laut fiksi dari serial One Piece, yang dilakukan sebagai bentuk ekspresi kekecewaan terhadap pemerintah dan negara.

Menanggapi fenomena tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kabupaten Nunukan, Ir. Jabbar, menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, meskipun gerakan tersebut diyakini bukan bentuk perlawanan terhadap negara, tetap saja hal ini patut menjadi perhatian serius.

“Kita semua harus memahami bahwa kemerdekaan bangsa ini diraih dengan cucuran darah, keringat, dan air mata dari ribuan bahkan jutaan pejuang. Mereka rela mengorbankan jiwa, raga, dan harta demi kemerdekaan, meskipun mereka sendiri tidak pernah sempat menikmati hasil perjuangan tersebut,” tegas Jabbar, Jumat (15/8/2025).

Baca Juga :  THR Pegawai Nunukan Tunggu Aturan Pusat

Ia menambahkan bahwa menjadikan kekecewaan sebagai alasan untuk mengabaikan simbol negara seperti bendera Merah Putih adalah hal yang keliru. Jabbar juga mempertanyakan apakah fenomena ini murni gerakan spontan, atau ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh kondisi persatuan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, Jabbar mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nunukan, untuk kembali membangun kesadaran kolektif dan kebersamaan dalam membangun bangsa. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan dan memberi masukan terhadap kebijakan pemerintah.

Baca Juga :  DKPP Nunukan Uji Sampel Pangan di Pasar Inhutani

“Silakan sampaikan saran, kritik, dan masukan jika ada yang dianggap kurang pas. Pemerintah di semua tingkatan punya tujuan yang sama, yakni mewujudkan kesejahteraan rakyat. Namun keterbatasan sumber daya seringkali membuat pencapaian visi tersebut memerlukan waktu,” jelasnya.

Sebagai daerah perbatasan, Kabupaten Nunukan juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari penyelundupan, perdagangan manusia, hingga peredaran narkoba. Jabbar mempertanyakan mengapa narkoba begitu mudah masuk ke wilayah perbatasan, dan mengajak masyarakat untuk memperkuat benteng pertahanan dari dalam, terutama di kalangan generasi muda.

“Bahaya narkoba tidak perlu saya jelaskan lagi. Yang paling penting sekarang adalah komitmen kita untuk menjaga keluarga dan lingkungan dari bahaya tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Dinkes Lakukan Pengawasan Takjil, Sasar Pedagang di Kelurahan Nunukan timur

Selain itu, Jabbar juga menyinggung soal penanganan stunting di Kabupaten Nunukan. Meski prevalensi stunting telah menurun menjadi 11 persen, lebih baik dari target nasional sebesar 14 persen, ia meminta agar masyarakat tidak cepat berpuas diri.

“Angka 11 persen itu masih cukup besar. Saya mengajak kita semua untuk ambil bagian dalam program penanganan stunting sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing,” pungkasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *