Ikuti Rakor Pencegahan TPPO dan TPPM, Imigrasi Nunukan Beberkan Tantangan di Perbatasan 

benuanta.co.id, NUNUKAN – Imigrasi Nunukan menyampaikan sejumlah kondisi dan tantangan perbatasan pada Rapat Koordinasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) di Perbatasan Melalui Kerja Sama dengan Organisasi Internasional.

Kepala Kantor Imigrasi Nunukan, Adrian Soetrisno menyampaikan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Balikpapan pada Selasa (5/8/2025).

“Ini merupakan komitmen pemerintah pusat dalam memberantas TPPO dan TPPM kembali ditegaskan melalui kegiatan ini,” kata Adrian.

Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan guna meningkatkan kapasitas petugas di lapangan.

Baca Juga :  Sukseskan Pemutakhiran Data Tunggal 2026, Pemkab Sinergi Bersama BPS Nunukan

“Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, menjadi bukti kuat bahwa penanganan kejahatan transnasional ini memerlukan pendekatan kolaboratif yang terencana dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kantor Imigrasi Nunukan turut berperan aktif menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di wilayah perbatasan. Sekaligus berbagi praktik baik dalam deteksi dan penanganan kasus TPPO dan TPPM yang selama ini telah diterapkan secara efektif di lapangan.

Baca Juga :  Niat Buka Lahan Perkebunan, Berujung Kebakaran di Jalan Ujang Dewa Sedadap

Adrian menerangkan sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, pihaknya terus mengedepankan upaya pencegahan dan pengawasan keimigrasian yang humanis namun tegas.

“Kita terus menunjukkan komitmen kita di perbatasan untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia guna mendeteksi serta menangani potensi kejahatan perdagangan orang dan penyelundupan manusia sejak dini,” bebernya.

Dikatakannya, dalam kesempatan itu, Direktur Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan menyampaikan rapat koordinasi ini sangat penting dikarenakan pengawasan perbatasan memiliki tantangan tersendiri.

Baca Juga :  DKPP Nunukan Uji Sampel Pangan di Pasar Inhutani

Sehingga, Adrian berharap dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dini serta perlindungan terhadap kelompok rentan yang berpotensi menjadi korban.

“Pada prinsipnya kita Imigrasi Nunukan akan terus memperketat pengawasan di wilayah perbatasan, untuk mencegah segala bentuk tidak kejahatan internasional dalam hal ini perdagangan orang dan penyelundupan pekerja migran,” tandasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *