benuanta.co.id, NUNUKAN — Empat anggota Polres Nunukan yang bertugas dalam satuan penindakan narkoba kini harus berhadapan dengan hukum, setelah diketahui terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Penangkapan terhadap keempat oknum tersebut dilakukan oleh tim dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri beberapa hari yang lalu dalam sebuah operasi tertutup yang dilakukan di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).
Penangkapan ini sontak menggemparkan masyarakat, mengingat keempatnya merupakan bagian dari garda terdepan pemberantasan narkoba di daerah perbatasan tersebut.
Menanggapi peristiwa ini, Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah tegas dan transparan yang diambil oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia.
“Tindakan ini menunjukkan bukti nyata bahwa Polri benar-benar serius dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum di Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Utara, khususnya Kabupaten Nunukan, bahkan terhadap oknum di internalnya sendiri,” kata Bupati Irwan dalam pernyataan resmi, Ahad (13/7).
Bupati Irwan juga mengapresiasi jajaran Polres Nunukan yang tetap menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga marwah institusi dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.
“Langkah tegas ini sangat sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang menekankan pentingnya pemberantasan narkoba secara menyeluruh dan tanpa kompromi,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap agar Polri, khususnya di wilayah perbatasan seperti Nunukan, terus menunjukkan kinerja yang profesional, humanis, dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polri diharapkan semakin dekat dengan rakyat, menjadi teladan, serta mampu merespon tantangan zaman dengan bijak dan sigap. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkoba,” tutup Bupati Irwan. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







