benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir bandang yang melanda Desa Pa’nado Long Midang dan sekitarnya di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu, 16 Mei 2025 lalu, memantik perhatian serius dari DPRD Nunukan.
Ketua Komisi III DPRD Nunukan, Ryan Antoni, mendesak pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera bergerak cepat menangani dampak bencana tersebut.
“BPBD agar bisa segera menyikapi hal tersebut sesegera mungkin, kita meminta pemerintah bisa bergerak cepat,” kata Ryan Antoni, Senin (19/5).
Menurutnya, meski bencana alam seperti banjir bandang sulit diprediksi, namun respons cepat pemerintah sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak dan memberikan bantuan bagi warga terdampak.
Ia juga menyoroti kondisi lingkungan di wilayah Krayan yang selama ini masih cukup terjaga. Namun, dengan pertumbuhan populasi dan kebutuhan hidup yang terus meningkat, seperti pembangunan rumah yang masih bergantung pada kayu, Ryan khawatir deforestasi secara perlahan akan menyusutkan kawasan hutan.
“Hutan di Krayan masih ada, tapi lama-lama akan menyusut karena pertumbuhan penduduk dan kebutuhan kayu. Dengan begitu, hutan juga akan makin kurang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ryan meminta agar pemerintah daerah tidak hanya bersikap reaktif setelah bencana terjadi, tetapi juga mulai menyusun langkah mitigasi dan upaya jangka panjang dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta membangun sistem peringatan dini di daerah-daerah rawan.
“Kami minta pemerintah sesegera mungkin menanggulangi bencana banjir di Krayan, bukan hanya memberikan bantuan, tapi juga membuat langkah antisipasi jangka panjang,” pungkasnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dari bencana banjir tersebut, namun sejumlah infrastruktur dan lahan pertanian warga dilaporkan terdampak cukup parah. Pemerintah daerah melalui BPBD masih terus melakukan pendataan dan penyaluran bantuan logistik. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Endah Agustina







