benuanta.co.id, NUNUKAN – Warga Kabudaya diminta untuk mewaspadai ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mencatat ada 92 kasus DBD dan 2 orang meninggal dunia sepanjang Januari hingga April 2024.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Nunukan, Miskia mengungkapkan kasus DBD terjadi peningkatan di wilayah Kabudaya pada Maret 2024. Dari laporan bebrap faskes salah satunya adalah Puskesmas Tanjung Harapan, Kecamatan Sembakung Atulai di minggu ke 9 awal Maret tahun 2024 ada 2 laporan kasus Suspek Dengue, di minggu ke 10 ada 8 kasus suspek dengue, sedangkan minggu ke 11 adalah puncak kasus suspek dengue di Kecamatan Sembakung Atulai wilayah kerja Puskesmas Tanjung Harapan yang menunjukkan angka tertinggi dari minggu sebelumnya yaitu ada 16 kasus
“Secara epidemiologi kita melihat tren penyakit suspek dengue di kecamatan Sembakung Atulai ini sudah mulai meningkat,” kata Miskia, Ahad ,7 April 2024.
Sedangkan di Puskesmas Atap, Kecamatan Sembakung di minggu ke 9 awal Maret tahun 2024 terlaporkan masi 0 kasus hingga Minggu ke-10, di minggu ke-11 ada 2 kasus suspek dengue, ini belum menunjukkan angka kasus meningkat. Puskesmas Pembeliangan Kecamatan Sebuku, di minggu ke 9 awal Maret tahun 2024, terlaporkan ada 0 kasus Suspek Dengue, dan di minggu ke-10 ada 2 kasus hingga di minggu ke-11 bertambah 4 kasus.
Puskesmas Mansalong Kecamatan Lumbis di minggu ke-9 awal Maret tahun 2024, terlaporkan ada 1 kasus Suspek Dengue, dan minggu ke 10 juga ada 1 kasus, sedangkan di minggu ke 11 ini mulai meningkat angka mencapai 5 kasus suspek dengue di kecamatan Lumbis.
Sudah ada 2 kasus kematian akibat DBD di Wilayah Kabupaten Nunukan, yaitu pasien positif DBD dari wilayah Desa Butas Bagu Kecamatan Sembakung pada akhir bulan Maret dan Pasien positif DBD dari wilayah Desa Patal Kecamatan Lumbis pada tanggal 6 April 2024 yang meninggal di RSUD Malinau.
“Untuk kedua wilayah tersebut petugas kami sudah dan sedang melakukan fogging untuk mencegah dan memutus penularan kasus di desa tersebut,” jelasnya.
Oleh Karena itu, untuk memutus mata rantai penularan penyakit suspek dengue di Kecamatan Sembakung Atulai yang perlu dilakukan adalah Penyuluhan, Pemberantasan sarang nyamuk (PSN), Pembagian Abate, dan untuk kegiatan fogging dilakukan pada desa yang sudah ada penderita positif DBD.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







