Buntut Pemadaman Listrik Bergilir, PLN Didemo Mahasiswa

benuanta.co.id, NUNUKAN – Buntut pemadam listrik bergilir yang dilakukan PLN Nunukan, puluhan Aliansi Mahasiswa dan masyarakat Nunukan menggelar aksi orasi di depan gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan pada Senin, 9 Oktober 2023 siang.

Sebelumnya, orasi diagendakan akan digelar di depan kantor UPL PLN Nunukan, namun lantaran para pimpinan dan manager PLN berada di Kantor DPRD sehingga para demonstran mendatangi kantor Dewan dan menyampaikan setidaknya 4 tuntutan dalam orasi tersebut.

Kedatangan para demonstran disambut hangat oleh anggota DPRD Nunukan, dan mempersilahkan untuk menyampaikan orasinya di dalam gedung. Namun puluhan Mahasiswa sepakat menolak dan memilih menyampaikan tuntunannya di bawah panas terik matahari dan di hadapan anggota DPRD dan Manager PLN Kaltara dan Nunukan.

Baca Juga :  Monitoring Perdagangan di Pulau Sebatik, DKUKMPP Ungkap Kendala Pedagang Menyoal Ekspor Ikan hingga Nilai Tukar

Faizal selaku koordinator lapangan dalam aksi tersebut menyuarakan orasinya dan menyampaikan 4 tuntutan kepada pihak PLN. Pertama meminta adanya keterbukaan informasi dari PLN terkait persoalan kelistrikan di Nunukan, kedua meminta adanya penambahan daya mesin sebagai solusi jangka pendek, ketiga percepatan pembangunan PLTMG Sebaung dan empat meminta kepada PLN untuk menghilangkan budaya pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Nunukan.

“Sudah berpuluh-puluh tahun, persoalan yang selalu dihadapi oleh masyarakat di Nunukan masalah lampu (listrik), kita tidak tahu informasi akar permasalahannya bahkan sampai saat ini tidak ada solusi penyelesaiannya seperti apa tidak pernah disampaikan ke publik oleh pihak PLN,” kata Faisal.

Baca Juga :  Sukseskan Pemutakhiran Data Tunggal 2026, Pemkab Sinergi Bersama BPS Nunukan

Diungkapkannya, persoalan listrik merupakan persoalan yang krusial. Sebab berdampak pada semua sektor baik pemerintahan dalam hal pelayanan publik, sektor pendidikan bahkan berpengaruh pada sektor ekonomi.

Faisal mengatakan, sejumlah usaha dari para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Nunukan ikut terhambat lantaran pemadaman listrik bergilir yang kerap dilakukan oleh pihak PLN.

“Beberapa hari lalu kita dapat informasi kalau ada dua mesin yang baru didatangkan oleh pihak PLN, tapi kita tidak tahu, apakah peruntukan mesin ini hanya untuk sementara saja. Sebab berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, ketika PLN mendatangkan mesin namun setelah itu mesin tersebut ditarik lagi kembali,” ungkapnya.

Baca Juga :  Satpol PP Nunukan Masih Temui Adanya Pelajar Berkeliaran di Jam Malam

Faisal mengatakan, selama puluhan tahun menghadapi persoalan kelistrikan, namun hingga saat ini belum ada solusi yang diberikan oleh pihak PLN dalam menghadapi persoalan ini.

“Kedatangan kami di sini meminta penjelasan dan keterbukaan informasi dari pihak PLN, kekayaan alam kita keruk habis-habisan, namun kita sangat miskin dengan penerangan. Kita butuh solusi nyata bukan hanya janji-janji yang sekedar sebagai penenang sesaat bagi masyarakat,” tegasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *