benuanta.co.id, NUNUKAN – Masyarakat Dayak Tenggalan hingga saat ini masih mengkonsumsi makanan tradisional dari olahan ubi kayu atau yang biasa disebut warga setempat Eloy.
Eloy sendiri dibuat dari tepung pati sari ubi kayu atau singkong dengan cara dimasak seperti membuat lem tapioka.
Makanan ini kerap disantap masyarakat Dayak Teggalan sebagai menu makanan pokok harian.
Ketua Lembaga Adat Dayak Teggalan Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Yagung Balisi, mengatakan, masyarakat hingga saat ini masih menanam ubi kayu atau singkong karena itu makanan khas Dayak teggalan yang saat ini masih dipertahankan.
“Kami berkebun ubi untuk bertahan hidup. Untuk cara mengolahnya ubi itu kami parut setelah itu diperas dan airnya didiamkan beberapa jam untuk mendapatkan pati sari,” kata Yagung Balisi, kepada benuanta.co.id, Ahad (16/7/2023).
Eloy yang diolah dengan cara tepung pati ubi diencerkan dengan air secukupnya kemudian diaduk ke dalam wajan berisikan air panas hingga terus-menerus aduk terus untuk menghindari penggumpalan.
Kurang lebih 2 atau 3 menit pati tadi sudah berubah warna menjadi putih keruh. Sambil terus diaduk biasanya ditambahkan air lagi ke atas wajan sehingga Eloy tadi berubah menjadi berwarna lebih bening seperti lem, dan itu menandakan bahwa sudah siap untuk dikonsumsi.
“Eloy ini enaknya dimakan menggunakan sayuran, yang berkuah seperti sayuran daun ubi, maupun ikan masak,” jelasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







