“Bagaimana mungkin kita bisa menggarap bonus demografi tadi menjadi manusia-manusia tangguh lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan tanpa kita pastikan kota-kota ini tangguh secara pangan dan cukup untuk memberi mereka makan yang sehat,” kata Bima dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Hal itu disampaikan dalam Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 yang diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara, Senin (29/6).
Menurutnya, kota memiliki peran strategis sebagai pusat konsumsi sekaligus penggerak kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan daya saing bangsa pada masa mendatang.
Bima menjelaskan, Indonesia saat ini tengah menikmati momentum bonus demografi. Namun, peluang tersebut diperkirakan hanya berlangsung hingga sekitar tahun 2038–2040, sehingga pemerintah daerah (Pemda) perlu memastikan seluruh masyarakat, terutama di wilayah perkotaan, memiliki akses terhadap pangan bergizi.
“Kalau kita tidak bisa memanfaatkan bonus demografi, maka pasti 2040 itu kita enggak akan jadi negara maju karena gagal memanfaatkan bonus demografi seperti negara-negara lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan tersebut semakin mendesak mengingat masih sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan makanan sehat. Ia menilai bahwa kondisi tersebut dapat menghambat lahirnya generasi produktif yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Bima juga mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang telah memberikan perhatian serius terhadap pembangunan sektor pangan melalui dukungan anggaran daerah. Ia berharap komitmen tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor guna membangun sistem pangan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
“Mari kita sama-sama memperkuat kolaborasi sinergi kita untuk membangun ekosistem menuju kota-kota Indonesia dengan kedaulatan pangan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Forum tersebut turut dihadiri pejabat dari berbagai instansi, antara lain Wali Kota Medan sekaligus Ketua Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Rico Tri Putra Bayu Waas, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam.
Sumber ; Antara







