Mendagri Imbau Masyarakat tidak Panic Buying Jelang Idul Fitri

Tanjungpinang – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak panic buying membeli kebutuhan pokok seperti BBM dan beras, di tengah isu kenaikan harga barang saat bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 hijriah.

Tito memastikan kebutuhan pokok masyarakat aman dan cukup jelang Idul Fitri, terutama stok beras nasional yang mencapai empat juta ton, termasuk pasokan BBM yang memadai. Harganya pun relatif stabil.

“Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” katanya usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Senin.

Baca Juga :  Bahlil Luruskan Isu Stok BBM 20 hari Bukan Darurat

Tito juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 yang hanya sebesar 4,7 persen, karena kondisi ini dipengaruhi penyesuaian metodologi pada perhitungan harga listrik.

“Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi,” ungkapnya.

Mantan Kapolri itu juga menugaskan seluruh Bupati/Wali Kota dan Gubernur Kepri segera menggelar rapat internal guna memastikan kesiapan pasokan pangan dan energi di wilayah masing-masing, terutama menyambut momen Lebaran.

Baca Juga :  Bahlil Luruskan Isu Stok BBM 20 hari Bukan Darurat

Menurutnya langkah antisipatif tersebut bertujuan menjaga kelancaran rantai pasok agar tidak terjadi gangguan distribusi yang merugikan konsumen.

“Kepala daerah segera rapat dan berkoordinasi bersama distributor serta pengusaha terkait kesiapan pasokan pangan,” ujar Tito.

Selain ketersediaan barang, Mendagri turut menekankan pentingnya pengamanan di lokasi wisata serta pengaturan arus mudik yang efektif agar berjalan aman dan lancar.

Koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mencegah insiden kerumunan massa yang tidak terkendali demi menjamin keselamatan publik.

Baca Juga :  Bahlil Luruskan Isu Stok BBM 20 hari Bukan Darurat

“Rasa aman dan nyaman harus dihadirkan untuk masyarakat pada saat arus mudik maupun di lokasi-lokasi wisata,” katanya.

Selanjutnya, Mendagri memerintahkan seluruh kepala daerah wajib berada di wilayah tugasnya mulai tanggal 14 Maret hingga 28 Maret 2026 untuk memimpin langsung pengendalian situasi di lapangan.

Kehadiran pemimpin daerah secara fisik sangat krusial dalam mengawal stabilitas harga dan keamanan selama perayaan hari besar keagamaan nasional.

Sumber ; Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *