MUI Malinau: Ibadah Puasa Tetap Boleh Bagi Pasien COVID-19

Malinau – Menjalankan ibadah puasa di tengah pandemi COVID-19, tentunya tidak mudah untuk dijalani khususnya bagi para pasien terkonfirmasi dan pasien suspek COVID-19.

Dari sisi kedokteran untuk menghadapai COVID-19 para pasien diharuskan memakan makanan yang bergizi dan menjaga imun tubuh tetap kuat, namun bagaimanakah menjalani kedua hal itu saat berpuasa?

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Kabupaten Malinau, Drs. Edy Marwan,.M.Si, setiap pasien terkonfirmasi maupun pasien suspek COVID-19, tetap bisa menjalankan ibadah puasa selama tidak ada anjuran dari dokter untuk tidak berpuasa.

Baca Juga :  Pamit Pergi Menarik Pukat, Warga Malinau Ditemukan Meninggal Dunia

“Puasa ini dalam agama dapat menyehatkan tubuh jadi jangan takut untuk kekurangan imun tubuh, karena dengan berpuasa tubuh malah makin sehat,” kata Edy.

“Namun berbeda, jika ada anjuran dari dokter, karena dokter memiliki pandangan medis yang berbeda dan menilai dengan masing-masing kondisi tubuh pasien. Jika, dokter melihat sakit si pasien tidak parah, dokter biasanya tetap menganjurkan untuk berpuasa jika pasien mampu. Tapi jika, kondisi sakit pasien parah, tentu dokter tidak menganjurkan untuk berpuasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Pamit Pergi Menarik Pukat, Warga Malinau Ditemukan Meninggal Dunia

Tak hanya itu saja, Edy menjelaskan pasien COVID-19 tetap bisa berpuasa meski ada anjuran dari dokter untuk tidak berpuasa, tergantung dari kondisi dan kemampuan dari masing-masing pasien COVID-19 dalam menjalankan ibadah puasa.

“Jika dokter menganjurkan tidak berpuasa, tapi si pasien tetap ingin berpuasa dan mampu menjalankannya maka lakukan saja. Namun jika, tidak mampu menjalankan ibadah puasa atau sudah setengah jalan berpuasa maka batalkan saja puasa itu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pamit Pergi Menarik Pukat, Warga Malinau Ditemukan Meninggal Dunia

Menurut Edy tidak apa-apa bagi pasien COVID-19 ataupun orang sakit lainnya untuk membatalkan ibadah puasanya atau tidak menjalankan ibadah puasa, asal dapat menggantikannya sesuai dengan ketentuan Islam.

“Mengganti puasa bisa dengan zakat fidyah dan berpuasa dibukan bulan suci ramadhan, jadi meski tidak berpuasa, wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk mengganti puasa itu,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *