MALINAU – Meski jumlah pelamar yang ikut seleksi penerimaan pegawai non-ASN membludak 2 kali lipat banyak dari jumlah farmasi yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, namun Pemkab Malinau ternyata memiliki cara yang jitu untuk melakukan tes seleksi dengan tetap berada pada norma Protokol Kesehatan (Prokes).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus,.M.Si mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan semuanya agar tes seleksi penerimaan pegawai non-ASN bisa berjalan lancar tanpa melanggar protokol kesehatan. Mulai dari mempersiapkan jadwal ujian tes, ruang yang cukup dengan jumlah pelamar hingga pengecekkan suhu tubuh yang dilakukan secara berkala.
“Jumlah pelamar memang sangat banyak. Makanya kita bagi per kelompok untuk bergantian mengikuti ujian, lalu kita cek suhu para pelamar dan kita siapkan ruangan yang cukup, sesuai dengan aturan prokes,” kata Ernes.
Tak hanya itu, Ernes juga menjelaskan pihaknya telah mempersiapkan ujian khusus untuk para pelamar yang terkonfirmasi positif covid-19, yaitu dengan cara melakukan ujian secara virtual di rumah masing-masing peserta.
“Jika dilarang karena covid-19, itu sama saja kita menghilangkan hak manusia, apalagi ini pendaftaran terbuka. Jadi langkah itulah, hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk para pelamar,” ujarnya.
Meski cukup sulit dilakukan mengingat jumlah pelamar yang begitu banyak, namun Ernes tetap menjamin kesehatan para pelamar dan melakukan semua prokes dengan sangat ketat.
“Suhu kita cek secara berkala, begitu selesai ujian kita suruh pulang, tapi bukan berarti kita usir. Karena hal ini penting untuk diperhatikan, agar tidak ada penambahan klaster baru covid19 di Malinau,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







