benuanta.co.id, MALINAU – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (26/2/2026).
Tingginya curah hujan di hulu Sungai Malinau dan Sungai Mentarang sejak Rabu malam menyebabkan debit air meningkat dan meluap hingga ke pemukiman warga serta fasilitas umum.
Beberapa wilayah terdampak di antaranya Desa Paking, Desa Tanjung Lapang, Sungai Teran dan sekitarnya di wilayah Malinau Barat dan Malinau Kota. Kondisi diperparah dengan air pasang dari laut yang membuat debit air semakin tinggi di sejumlah titik.
Ketua Relawan Masyarakat Peduli Bencana, Anwar menyampaikan, hujan deras di hulu Sungai Malinau yang bermuara ke Sungai Sesayap menjadi faktor utama terjadinya banjir kali ini.
“Curah hujan yang begitu tinggi semalaman di hulu Sungai Malinau dan Sungai Mentarang yang bermuara pada Sungai Sesayap, ditambah dengan air pasang dari laut, menyebabkan debit air tinggi di beberapa titik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat prakiraan cuaca dari BMKG Provinsi Kaltara menunjukkan curah hujan masih tinggi hingga akhir Februari.
“Harapan saya kepada masyarakat agar tetap selalu waspada, terutama kepada anak-anak dan barang-barang berharga,” pesannya.
Ia, menjelaskan, hingga pagi hingga siang hari ini, beberapa ruas jalan masih terendam dan tidak bisa dilalui. Seperti Jalan Seluwing, Jalan Intumung jalur satu serta jalan-jalan lain masih dapat digunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain akses jalan, aktivitas pendidikan juga terdampak. Sejumlah sekolah diliburkan karena air masih menggenangi halaman sekolah, di antaranya SDN 001 dan SDN 003.
Kepala PAUD dan TK Al-Hidayah di Malinau Hulu, Tanjung Belimbing, Bunda Endah Sunarti mengatakan, pihaknya terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena tinggi air mencapai selutut orang dewasa.
“Hari ini kami harus meliburkan anak-anak dikarenakan kondisi air masih tinggi, jadi selutut orang dewasa. Kami hanya datang untuk membagikan MBG (Makanan Bergizi Gratis) karena itu hak mereka, harus kita salurkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, bagi siswa yang rumahnya dekat, orang tua diminta datang mengambil MBG. Sementara untuk yang jauh, guru mengantarkan langsung ke rumah masing-masing murid.
“Sebagian kalau yang dekat, kami antar ke rumahnya. Semoga saja nanti yang di hulu tidak hujan lagi, air segera surut, dan kita bisa melanjutkan tugas kami sebagai pendidik anak-anak bangsa,” tuturnya.
Hingga siang hari, kondisi air dilaporkan dalam fase pasang mati dan tidak terlalu besar. Meski demikian, warga diminta tetap siaga mengingat potensi hujan di wilayah hulu masih cukup tinggi. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







