MALINAU – Banyaknya gelombang unjuk rasa maupun aksi damai yang terjadi diberbagai daerah di Indonesia, terkait penolakan UU Cipta Kerja, Omnibus Law yang dianggap tidak membantu kesejahteraan kaum buruh, ternyata bergerak hingga perbatasan Indonesia tepatnya Malinau.
Jumat pagi pukul 09.00 Wita, ratusan massa yang mengatasnamakan aliansi pemuda Malinau, melakukan aksi damai didepan gedung DPRD Malinau, untuk menuntut anggota DPRD Malinau ikut menyuarakan penolakan terhadap UU Cipta Kerja Omnibus Law.
Menurut salah satu Kordinator Lapangan (Korlip) aksi damai, Renaldi menjelaskan kalau aksi damai yang dilakukab oleh Pemuda Malinau ini, murni demi kepentingan rakyat khususnya buruh, yang saat ini semakin terintimidasi oleh UU Omnibus Law.
“Banyak yang ganjal dalam isi UU Omnibus Law yang sama sekali tidak memihak kepada rakyat. Makanya, aksi ini bertujuan agar DPR bisa kembali pada marwahnya dan bisa membuat kebijakan yang benar-benar pro kepada rakyat,” kata Renaldi.
Tak hanya itu saja terjadinya aksi ini, juga buntut dari serangkaian kekecewaan para pemuda Malinau yang melihat DPR, lebih mementingkan UU Omnibus Law yang sejak awal kemunculnya sudah memicu polemik, ketimbang memikirkan cara menghentikan pandemik Covid-19 yang semakin lama semakin menyengsarakan rakyat Indonesia.
“Sejak awal kemunculannya kan Omnibus law ini sudah banyak yang protes eh, malah tetap di kerjakan oleh DPR UU ini,” ungkap Renaldi.
“Harusnya saat ini DPR itu, harus lebih fokus mencari solusi selamat dari corona, bukan malah menambah beban rakyat dengan UU Omnibus law,” tutupnya.(*)
Reporter: Osarade
Editor: Ramli







