benuanta.co.id, BULUNGAN – Beberapa ruas jalan yang harus diwaspadai oleh masyarakat saat melakukan perjalanan diantaranya ruas poros Bulungan menuju ke Berau, serta ruas Tanjung Selor menuju Tana Tidung dan Malinau.
Pasalnya saat ini beberapa titik di Jalan Trans Kaltara mendapatkan penanganan perbaikan yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Kaltara.
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara telah melakukan survei dan pengecekan di lapangan terhadap daerah rawan kecelakaan.
“Yang kita antisipasi utama jalur dari Berau ke Tanjung Selor, karena itu jalur paling rawan terhadap jalur logistik kita. Baik itu mengenai transportasi sembako yang banyak di pasok dari Berau,” ucap Plt Kepala Dinas Perhubungan Andi Nasuha kepada benuanta.co.id, Rabu 21 Desember 2022.
Selain sembako, pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) dan gas juga menjadi perhatiannya agar tidak terjadi hambatan. Pasalnya 1 hari saja terjadi kemacetan terhadap pendistribusian sembako, BBM dan gas maka di Tanjung Selor akan terjadi antrean dan harga bisa mahal.
“Jadi hasil survei kita kemarin, daerah jalannya rusak itu ada 25 titik dan daerah rawan kecelakaan itu ada 3 titik semuanya di jalur Berau Bulungan,” sebutnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Kaltara Kombes Pol Rachmat Iswanusi melalui Kasubdit Kamsel Direktorat Lalu Lintas AKBP Adi Saptia Sudirna mengatakan untuk ruas Tanjung Selor menuju Tana Tidung dan Malinau daerah rawan kecelakaan ada 10 titik.
“Misalnya dari arah KTT ke Malinau itu ada 4 titik, itu berupa tikungan tajam lalu jalan rusak di tikungan dan rata-rata belum adanya lampu penerangan jalan dari Tanjung Selor menuju ke Mansalong itu sangat minim,” ujar AKBP Adi Saptia.
Bahkan, untuk lampu penerangan jalan ini sepanjang ruas Trans Kaltara belum tersedia. Hal inilah yang diminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan pemasangan lampu jalan terutama untuk daerah rawan.
“Kita temukan tidak ada penerangan jalan, khusus untuk tikungan harus ada pembersihan rumput atau pohon agar tidak menghalangi pandangan,” tuturnya.
Kemudian dari BPJN Kaltara melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I tahun ini fokus menangani beberapa ruas, di antaranya ruas batas Bulungan ke Tanjung Selor dan Tanjung Selor menuju Sekatak serta ruas dalam Kota Tanjung Selor.
Ini bertujuan untuk untuk menambah kemantapan jalan dan meningkatkan nilai kondisi jembatan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Kaltara, Mezack Ruhulessin mengatakan untuk ruas batas Bulungan Tanjung Selor dikerjakan secara multi years.
“Pekerjaan preservasi Jalan Batas Bulungan Tanjung Selor ini akan berakhir di bulan April tahun 2023,” ujarnya.
Pihaknya menutirkan ada 2 tujuan dilaksanakan preservasi jalan tersebut, pertama perbaikan geometrik dan kedua peningkatan terhadap kondisi jalan eksisting yang sudah rusak.
“Perbaikan geometrik itu dilakukan karena ada lokasi-lokasi tertentu yang kondisi eksistingnya dan kelandaiannya tidak memenuhi, sesuai standar geometrik yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, jumlahnya ada 10 titik” katanya.
Anggaran yang dikucurkan untuk preservasi jalan Tanjung Selor dan batas Bulungan sebesar Rp 118 miliar. Sementara untuk preservasi jalan Tanjung Selor hingga Sekatak akan selesai di tahun ini dengan anggaran Rp 44 miliar dan preservasi jalan dalam Kota Tanjung Selor yang kini telah selesai menelan anggaran Rp 8,9 miliar.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







