benuanta.co.id, TARAKAN – Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI
Dr. Ir Pamuji Lestari mengatakan, telah memilih Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan menjadi lokasi Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT).
“Saya baru kali ini berkunjung ke wilayah perbatasan perkembangannya sangat luar biasa baik sarana dan prasarana dan Pulau Sebatik khusus untuk kami di Kementerian Kelautan Perikanan sebagai SKPT Sentra Kelautan Perikanan Terpadu,” ungkapnya Senin (12/12/2022).
Lebih lanjut, pihaknya kemarin sudah sampaikan kepada Bupati Kabupaten Nunukan. “Yang diwakilkan kepala dinas perikanan dan kemarin sempat juga ada wakil walikota Tarakan intinya kami mendukung pembangunan-pembangunan di perbatasan. Apalagi ada inpres satu tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sarana prasarana di wilayah perbatasan utamanya di Kaltara,” jelasnya.
Adapun menurutnya dari 11 lokasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Indonesia 4 berada di Kalimantan Utara.
“Saya kira ini penting bagi kita. Saya sendiri sebagai kepala badan untuk memastikan bahwa lalu lintas komoditas saat kita cegah hama penyakitnya. Kita kendalikan hama hasil perikanan bisa kita jamin, mutunya jadi fokus utama kami,” ujarnya.
Karena pihaknya menjelaskan menjamin mutu produk dari hasil perikanan tidak mudah.” Harus ada pengusaha atau mitra yang mempunyai satu sertifikat pengendalian mutu, haccp termasuk juga head sertifikat. Oleh karenanya di Balai Karantina di Tarakan ini mempunyai paling tidak 3 wilayah kerja satu di Tanjung Selor, dua di Nunukan, tiga di Sebatik,” paparnya.
Oleh karena hal tersebut, pihaknya telah peringatkan kepada pegawai di Balai Karantina Perikanan Tarakan untuk selalu sigap. “Menjaga perbatasan,” katanya.
Sebagai informasi kunjungan kerja bersama timnya dari Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) RI di Provinsi Kalimantan Utara bahwa untuk melihat wilayah perbatasan.
“Kemarin saya sudah berkunjung ke perbatasan Kabupaten Nunukan di Sebatik. Kenapa saya berkunjung ke Tarakan, Nunukan dan pulau Sebatik. Bagi kita sebagai karantina ikan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan banyak terkait dengan wilayah-wilayah perbatasan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli







