Wujudkan Kedaulatan Pangan, Pemprov Kaltara Dapat Bantuan dari Kementerian Pertanian

benuanta.co.id, TARAKAN – Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah melaksanakan Dialog Jaga Pangan Monitoring dan Evaluasi Ketahanan Pangan Mewujudkan Kedaulatan Pangan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Hotel Tarakan Plaza, Sabtu (12/11/2022) lalu.

Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Jan S. Maringka mengatakan tujuan kegiatan adalah meningkatkan sinergitas dan integritas antar instansi atau sektoral untuk mengawal tercapainya misi Kementerian Pertanian. Yaitu mewujudkan ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan prasarana Kementerian Pertanian.

Sebagai salah satu fungsi kontrol internal, keberadaan Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan good governance.

“Tugas dan fungsi pengawasan akan semakin optimal jika dilaksanakan secara terpadu sinergi dengan APIP lainnya seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan instansi penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Republik Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri),” ujar Dr. Jan S. Maringka.

Baca Juga :  Gubernur Zainal Komitmen Realisasikan Bantuan RT 2026

Program jaga pangan bertujuan untuk memastikan kondisi ketersediaan, akses, keamanan dan stabilitas terkait ketahanan pangan. Program Jaga Pangan telah dilaksanakan di wilayah perbatasan dari Sabang sampai dengan Merauke yaitu wilayah perbatasan Sabang, Aruk, Entikong, Talaud, Rote, Atambua dan Merauke.

“Kedaulatan pangan harus menjadi komitmen bersama sehingga untuk mencapainya tidak harus melalui gerakan besar, tetapi dengan gerakan kecil yang dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan,” tuturnya.

Dijelaskan Dr. Jan S. Maringka, Inspektorat Jenderal berkomitmen menjaga pangan melalui pengawasan baik di kegiatan prioritas maupun super prioritas. Gerakan ini pun melibatkan forkopimda agar terdapat pemahaman yang sama tentang menjaga pangan untuk kepentingan masa depan bangsa.

Baca Juga :  Pertumbuhan Perusahaan Konstruksi di Kaltara Meningkat, Mayoritas Ada di Kota Tarakan 

“Ketahanan pangan menjadi faktor krusial dalam menghadapi tantangan krisis pangan global. Harapan agar semua komponen masyarakat di Kota Tarakan dapat mendorong produksi komoditas pertanian agar ketahanan pangan di Kota Tarakan dapat terjaga,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian terus melakukan pembangunan pertanian di kawasan perbatasan sebagai wujud komitmen dalam melakukan pemerataan pembangunan nasional.

“Hal tersebut penting dilakukan karena wilayah perbatasan juga merupakan beranda terdepan dan etalase bangsa. Dalam kurun waktu 2020 sampai dengan 2022 telah dialokasikan anggaran di Provinsi Kaltara total senilai Rp23.754.511.000,00,” sebutnya. (*)

Baca Juga :  Otorita IKN Gandeng Pemprov Kaltara Jadi Mitra Kerja Sama Pembangunan

Khusus pada tahun 2022, anggaran yang dialokasikan di Provinsi Kaltara senilai Rp5.419.436.000,00, di antaranya adalah:

– Pemberian bantuan benih padi sebanyak 1.250 Kg senilai Rp78.500.000,00;

– Ternak sapi sebanyak 80 ekor senilai Rp1.240.000.000,00;

– Perluasan tanaman lada seluas 50 hektare senilai Rp985.00.000,00;

– Perluasan kawasan cabai seluas 30 hektare senilai Rp360.000.000,00;

– Alat dan mesin pertanian sektor tanaman pangan sebanyak 64 unit senilai Rp 2.178.440.000;

– Alat dan mesin pertanian sektor horti sebanyak 7 unit senilai Rp848.936.000,00;

– Pengembangan saluran irigasi sebanyak 9 unit senilai Rp527.000.000,00 yang tersebar di Kabupaten Malinau, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.

Reporter: Matthew Gregori Nusa

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *