benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Adanya agenda tahunan untuk menceritakan kembali sejarah perjuangan awal terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), ternyata sangat didukung oleh dr. Ari Yusnita.
Menurut anak dari salah satu tokoh pejuang terbentuknya Provinsi Kaltara itu, dengan adanya agenda untuk mengingat kembali sejarah terbentuknya Kaltara. Maka dapat membuat generasi muda mengetahui perjuangan pendahulunya, dan dapat menjadikan hal itu sebagai semangat dalam membangun Kaltara.
“Tentunya hal itu perlu, karena tidak mungkin generasi kita bisa maju membangun Kaltara, tanpa mengetahui sejarah terbentuknya Kaltara dan saya pribadi sangat mengapresiasi Gubernur Kaltara saat ini, karena telah membuka ruang itu,” kata wanita yang akrab disapa Ari Yusnita pada Rabu, 26 Oktober 2022.
Wanita yang juga pernah menjadi anggota komisi VII DPR RI, periode tahun 2014-2019 ini juga mengaku, sangat mengapresiasi kinerja Gubernur Provinsi Kaltara, Zainal Arifin Paliwang yang telah membawa banyak perubahan selama menjabat sebagai Gubernur.
Dimana perubahan ini dapat terlihat dari majunya infrastruktur, ekonomi dan budaya yang ada di Kaltara saat ini.
“Tidak hanya saya saja, tapi apresiasi ini juga diberikan langsung oleh pak Kemendagri kemarin. Karena kita juga melihat dalam relatif waktu yang singkat beliau dapat membawa loncatan besar bagi pembangunan Kaltara,” ujarnya.
Dalam hal ini, Ari Yusnita juga ingin Pemprov Kaltara tidak hanya bisa, menjaga eksistensinya dalam membangun Kaltara. Tapi juga membangun dan mempertahankan budaya dan adat istiadat lokal Kaltara.
“Tinggal bagaimana kita ke depan mendukung beliau untuk membangun Kaltara dan membesarkan budaya adat adat istiadat lokal dan hal ini tentu harus didukung oleh semua pihak termasuk masyarakat Kaltara,” terangnya lagi.
“Karena tidak mungkin Kaltara saat ini bisa seperti ini jika tidak didukung penuh oleh masyarakat. Artinya baik Pemerintah dan masyarakat harus bisa sama-sama berkontribusi untuk membangun Kaltara,” pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Matthew Gregori Nusa







