benuanta.co.id, BULUNGAN – Dengan hadirnya Rumah Kebangsaan Cipayung Plus Kaltara, maka setiap mahasiswa yang tergabung di dalamnya memiliki wadah untuk melakukan diskusi dan pembahasan. Terutama membahas permasalahan yang terjadi di masyarakat
Ketua PMII Bulungan, Illu Pangestu mengatakan jika sebelumnya Indonesia dilanda pandemi Covid-19 yang melumpuhkan semua sektor. Namun dengan semangat juang para pemuda dan aktivis mahasiswa berkolaborasi dengan semua sektor untuk sama-sama bangkit dan pulih.
“Tapi belum lepas, ada lagi situasi kondisi geo politik antara Ukraina dan Rusia yang dampaknya terjadi di berbagai sektor. Salah satunya di bidang industri minyak sampai terpengaruh hingga turunnya harga rupiah,” ujar Illu Pangestu, Rabu 24 Agustus 2022.
Untuk itu, ada wacana bahan bakar minyak (BBM) akan naik, untuk itu pihaknya bersama mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kaltara akan menyuarakan situasi yang dirasakan oleh masyarakat.
“Melalui Rumah Kebangsaan ini, kita akan jadikan wadah untuk merawat nilai dan wawasan kebangsaan, nilai perjuangan dan gerakan. Kami juga akan mengundang tokoh-tokoh seperti tokoh agama, tokoh nasional untuk kita ajak berdiskusi,” paparnya.
Dirinya melihat jika Kaltara ke depan akan menjadi gerbang dunia, selain menjadi kebanggaan tapi menjadi tantangan. Pasalnya tidak hanya penduduk asli Kaltara saja yang terlibat dalam pembangunan namun akan dilakukan oleh orang luar Kaltara. Terlebih Kaltara terdapat proyek strategis nasional (PSN).
“Tantangan kita untuk merawat nilai-nilai kebangsaan dan nilai toleransi yang harus kita jaga. Kita juga akan merangkul dan bergandengan tangan dengan pemuda lainnya dalam merawat Kaltara,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Bulungan, Amos menuturkan setidaknya ada 10 misi yang akan dijalankan oleh Cipayung Plus Kaltara di antaranya mempererat persatuan dan persaudaraan antar organisasi Cipayung Plus Kaltara. Mewujudkan keberagaman dengan melakukan diskusi, seminar dan kajian budaya.
Lalu menjalin kerjasama dengan stakeholder terkait untuk meningkatkan dan mengembangkan produksi pertanian. Kemudian mendorong pemerataan pendidikan di Kaltara, mengawal setiap kebijakan pemerintah Kaltara dan ikut serta dalam mengawal kelestarian lingkungan hidup.
“Cipayung Plus Kaltara mengawal pembangunan KIPI dan PLTA, menjadikan rumah kebangsaan sebagai pusat kreativitas dan inovasi setiap kader Cipayung Plus Kaltara. Lalu mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan dengan ikut serta dalam mengawasi isu-isu kemanusiaan, serta meningkatkan kajian ilmiah terkait isu-isu terkini yang ada di Kaltara,” ucapnya.
Senada dengan Ketua HMI Bulungan Ahmad Bahasim menuturkan jika ada beberapa poin yang menjadi hal penting dibahas antaranya isu stunting dan kekerasan seksual.
“Stunting merupakan bagian yang paling penting untuk menuju Indonesia Emas 2030, maka harus dipersiapkan dari sejak dini kader kita untuk bisa lebih baik,” singkatnya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







